Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Anung Tinjau Anak Kali Krukut, Akan Tata Jadi Kawasan Terpadu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek pengerukan kali di Cilincing, Selasa (27/1/2026). (IDN Times/Dini Suciatingrum)
  • Pramono Anung meninjau pengerukan Anak Kali Krukut sepanjang 2.315 meter di tiga kelurahan Tanah Abang, yang dibagi menjadi lima segmen sesuai kondisi lokasi.

  • Pengerukan Segmen 1C mencapai 376 dari 390 meter, sedangkan Segmen 1B baru 91 dari 345 meter karena permukiman padat membatasi penggunaan alat berat.

  • Pemprov DKI menyiapkan penataan terpadu berupa turap, MCK komunal, dan penghijauan tanpa penggusuran; pekerjaan fisik ditargetkan mulai awal 2027 hingga rampung 2028.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Perbaikan turap sepanjang 270 meter di Segmen 1A telah dilakukan.

28/9/2026

Pramono Anung meninjau progres pengerukan sampah Anak Kali Krukut di Kebon Melati. Pengerukan berlangsung di sejumlah segmen, sementara Segmen 3 masih dalam perencanaan.

awal 2027

Pekerjaan fisik penataan kawasan terpadu Anak Kali Krukut ditargetkan mulai dilakukan.

2028

Penataan kawasan terpadu sepanjang sekitar 2,3 kilometer ditargetkan rampung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov DKI Jakarta mengeruk sampah dan sedimentasi Anak Kali Krukut serta menyiapkan penataan kawasan terpadu sepanjang sekitar 2,3 kilometer.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, serta warga di Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali terlibat dalam penanganan kawasan.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Anak Kali Krukut, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melintasi Kelurahan Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali.
  • When?
    Pramono Anung meninjau progres pengerukan pada Senin, 28 September 2026. Pembangunan fisik penataan kawasan ditargetkan dimulai awal 2027 dan selesai pada 2028.
  • Why?
    Penanganan dilakukan untuk mengatasi sampah dan sedimentasi yang berpotensi menyumbat aliran, sekaligus memperbaiki fasilitas lingkungan tanpa penggusuran warga.
  • How?
    Pengerukan dibagi dalam lima segmen. Di kawasan padat seperti Segmen 1B, material diangkut manual karena alat berat sulit dimobilisasi; penataan juga mencakup turap, MCK komunal, dan penghijauan bantaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Pramono melihat kali kecil Krukut di Tanah Abang yang sedang dibersihkan dari sampah. Orang-orang menggali sampah di beberapa bagian, tetapi ada tempat yang susah karena rumahnya sangat dekat. Pemerintah juga mau membuat pinggir kali lebih rapi, bersih, dan hijau. Warga diminta tidak buang sampah ke kali. Pekerjaan besar akan mulai awal 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan Anak Kali Krukut menunjukkan upaya yang tidak semata berfokus pada pengangkatan sampah, melainkan juga pada penataan lingkungan yang lebih layak bagi warga. Kemajuan pengerukan di sejumlah segmen, perbaikan turap, serta rencana pembenahan MCK dan penghijauan mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan kawasan padat tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penanganan pada Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung progres pengerukan sampah di aliran tersebut pada Senin (28/9/2026) dan berencana melakukan penataan di kawasan tersebut.

Menurut Pramono Anung, Anak Kali Krukut yang ditangani di kawasan Tanah Abang yaitu sepanjang 2.315 meter yang mencakup tiga kelurahan, di antaranya Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Penanganan tersebut dibagi menjadi lima segmen sesuai dengan kondisi di masing-masing Lokasi.

Menanggapi ini, Pramono menekankan agar masyarakat menghentikan kebiasaannya membuang sampah ke sungai.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” ujar Pramono, dikutip dari siaran pers.

1. Pengerukan di beberapa segmen telah dilakukan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek pengerukan Kali di Kebon Melati, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Progres pengerukan terjauh ada di Segmen 1C yang mencakup Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya, telah mencapai 376 meter dari total 390 meter. Volume material yang telah diangkat sekitar 2.494,2 meter kubik.

Di Segmen 1B yang mencakup area Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, pengerukan telah mencapai 91 meter dari total 345 meter dengan material yang diangkat, yaitu 236 meter kubik.

Namun, kata Pramono, penanganan di area Segmen 1B terkendala karena padatnya pemukiman yang membatasi mobilisasi alat berat sehingga pengangkutan dilakukan secara manual.

“Di sini kawasan sangat padat sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” kata Pramono.

2. Pengerukan segmen 1A dan segmen 2 masih dalam proses

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek pengerukan Kali di Kebon Melati, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Segmen 1A memiliki panjang 270 meter, tetapi pengerukan belum dimulai karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Meski demikian, perbaikan turap sepanjang 270 meter di segmen tersebut telah dilakukan pada 2025.

Sementara itu, pengerukan di Segmen 2 baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum memasuki tahap loading.

3. Segmen 3 masih dalam tahap perencanaan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek pengerukan Kali di Kebon Melati, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Segmen 3 mencakup area dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru dengan panjang 880 meter.

Menurut Pramono, penanganan di lokasi tersebut masih berada dalam tahap perencanaan. Dia menyebut adanya keterbatasan akses alat dan area pemuatan menjadi kendala untuk pengerjaan.

“Penanganannya masih dalam proses perencanaan karena akses alat dan loading terbatas,” kata Pramono.

4. Penanganan tidak hanya fokus pada pengerukan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung cek pengerukan Kali Sepak Kembangan. (Dok. Pemprov DKI)

Pramono mengatakan, penanganan Anak Kali Krukut tidak akan berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan penataan kawasan terpadu sepanjang sekitar 2,3 kilometer.

Penataan tersebut mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan bantaran.

“Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini. Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih layak dan bersih, sehingga lingkungannya tertata dengan sehat,” katanya.

Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mempresentasikan rencana teknis penataannya. Pekerjaan fisik pembangunan kawasan ini ditargetkan mulai awal 2027 dan rampung pada 2028.

Curated For You

Editorial Team

Related Article