Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono Bangun Sasana Tinju Kampung Melayu Cegah Tawuran

2 min read
Pramono Bangun Sasana Tinju Kampung Melayu Cegah Tawuran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menberikan apresiasi pada marbot di Balaikota, Rabu (21/10/2026) . (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun sasana tinju dan fasilitas olahraga di Kampung Melayu untuk mendorong kegiatan positif pemuda, mempererat warga, serta menekan potensi tawuran.

  • Pembangunan fasilitas tersebut merupakan instruksi kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Olahraga, disertai permintaan penanganan kebersihan agar menjadi ruang kumpul warga.

  • Di Manggarai, tawuran masih terjadi meski fasilitas olahraga telah dibangun; polisi, TNI, Pemprov DKI, dan pemuda sepakat mendirikan posko bersama sebagai langkah pencegahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap keberadaan sasana tinju dan fasilitas olahraga di Kampung Melayu, Jakarta Timur, dapat mempererat kerukunan warga sekaligus menekan potensi tawuran antarkelompok masyarakat.

Pramono mengatakan, pembangunan sasana tinju tersebut bertujuan menciptakan ruang bagi masyarakat, terutama anak muda untuk melakukan kegiatan positif dan membangun kebersamaan.

“Kenapa ada di Kampung Melayu, sekaligus untuk itu tadi, membuat kerukunan masyarakat yang ada di Kampung Melayu menjadi lebih akrab, lebih baik. Karena kita ketahui dulu di sana juga sering kali terjadi tawuran, maka kita dirikan sasana itu,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

  1. 1. Sasana buat warga jadi akrab

    Ring tinju di bawah kolong Fly Over Pasar Rebo, Jalan   Raya Bogor Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum
    Ring tinju di bawah kolong Fly Over Pasar Rebo, Jalan Raya Bogor Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Ia mengatakan, pembangunan sasana tinju dan tempat olahraga tersebut merupakan instruksi langsung kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Olahraga.

    Pramono juga meminta agar persoalan kebersihan di lokasi tersebut ditangani. Menurutnya, fasilitas olahraga itu diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul yang memperkuat hubungan antarwarga.

    “Pengalaman kita waktu di Jakarta Timur juga tempat yang seperti itu ternyata membuat kebersamaan menjadi semakin kuat, masyarakat dan terutama pemudanya menjadi semakin akrab,” ujarnya.

  2. 2. Tawuran masih ada di Manggarai

    senjata tajam yang dipakai para pelaku tawuran (Dok.Polsek Medan Labuhan)
    senjata tajam yang dipakai para pelaku tawuran (Dok.Polsek Medan Labuhan)

    Sementara tawuran di Manggarai, Pramono mengatakan, keberadaan fasilitas olahraga itu belum menghentikan tawuran yang terjadi di kawasan tersebut meski pemerintah telah memenuhi permintaan warga untuk membangun fasilitas publik sebagai sarana olahraga.

    “Padahal di tempat itu sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada," katanya.

  3. 3. Posko bersama untuk cegah tawuran Manggarai

    suasana setelah tawuran di Jalan Halat, satu remaja terkena sajam yang menancap di punggungnya (dok.istimewa)
    suasana setelah tawuran di Jalan Halat, satu remaja terkena sajam yang menancap di punggungnya (dok.istimewa)

    Untuk mengantisipasi tawuran berulang, kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan para pemuda setempat sepakat mendirikan posko bersama untuk menekan angka tawuran.

    “Untuk itu kemarin baik dari kepolisian, dari TNI, dari pemerintah daerah DKI Jakarta akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama dan saya menyetujui untuk itu dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu,” kata dia

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More