Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, pada Selasa (3/2/26). (Dok. Pemprov DKI) 

Intinya sih...

  • Pembangunan rumah pompa dilakukan di empat titik Jalan Daan Mogot

  • Kapasitas pompa yang dipasang mencapai 11,5 meter kubik per detik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot, Jakarta Barat, bisa mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi,” ujar Pramono saat melakukan peninjauan di lokasi, dikutip dari keterangan pers, Selasa (3/2/2026).

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memastikan sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada pengurangan genangan.

1. Pembangunan rumah pompa akan dilakukan di empat titik jalan Daan Mogot

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, pada Selasa (3/2/26). (Dok. Pemprov DKI) 

Pembangunan sistem ini dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot, yaitu di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur.

Pramono mengatakan, kawasan tersebut sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini,” kata Pramono.

2. Kapasitas pompa yang dipasang capai 11,5 meter kubik per detik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, pada Selasa (3/2/26). (Dok. Pemprov DKI) 

Sementara, total kapasitas pompa yang dipasang mencapai 11,5 meter kubik per detik. Kapasitas itu bersumber dari empat rumah pompa, yaitu Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.

Pramono mengatakan, kapasitas tersebut dirancang untuk mempercepat surutnya genangan saat hujan lebat.

“Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, kami berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat. Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya,” ujar Pramono.

3. Saluran pendukung dibangun untuk mengoptimalkan kinerja sistem

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, pada Selasa (3/2/26). (Dok. Pemprov DKI) 

Tak hanya itu, selain dari pembangunan polder dan rumah pompa akan juga dibangun saluran pendukung.

Menurut Pramono, hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Saluran tersebut terdiri dari Saluran Gendong sisi utara dan selatan masing-masing sepanjang sekitar dua kilometer, serta saluran penyeberangan di Jalan Raya Daan Mogot.

Dia mengatakan, saluran juga berfungsi mengarahkan aliran air menuju rumah pompa.

“Saluran pendukung ini berperan penting dalam mengarahkan aliran air menuju rumah pompa. Dengan sistem aliran yang saling terhubung dan terintegrasi, air dari titik-titik genangan dapat ditangani secara lebih cepat dan efisien,” ujar Pramono.

Editorial Team