Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono Siapkan Pelatihan Bahasa Gratis untuk Kerja di Luar Negeri

2 min read
Pramono Siapkan Pelatihan Bahasa Gratis untuk Kerja di Luar Negeri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pelatihan bahasa asing gratis dengan Mobile Training Unit bagi warga yang ingin bekerja di Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Jerman.

  • Mulai 1 Januari 2027, pencari kerja direncanakan mendapat layanan transportasi publik gratis, sebagai perluasan penerima manfaat dari 15 menjadi 21 golongan.

  • Tingkat pengangguran terbuka Jakarta turun dari 6,21 persen pada akhir 2024 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026, didukung layanan digital, pelatihan, bursa kerja, dan wirausaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pelatihan bahasa asing gratis bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, antara lain ke Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Jerman. Pelatihan tersebut akan didukung fasilitas Mobile Training Unit (MTU) milik Pemprov DKI Jakarta.

“Problem utamanya adalah bahasa, maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa gratis kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri,” ucap Pramono saat membuka kegiatan di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Pencari kerja dapatkan layanan gratis transportasi umum

    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Pramono juga mengumumkan rencana pembebasan tarif transportasi publik bagi pencari kerja mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari perluasan penerima manfaat layanan transportasi gratis dari 15 menjadi 21 golongan.

    “Per 1 Januari tahun 2027, Pemerintah DKI Jakarta akan membuat keputusan bahwa pencari kerja termasuk yang digratiskan naik seluruh transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujar dia.

  2. 2. Tingkat pengangguran terbuka turun

    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, melaporkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta menurun dari 6,21 persen pada akhir 2024 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.

    Penurunan tersebut terus diupayakan melalui penguatan layanan ketenagakerjaan digital, pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan bursa kerja, serta pengembangan wirausaha mandiri.

    “Kondisi ketenagakerjaan di DKI Jakarta menunjukkan perkembangan yang positif berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta mengalami tren penurunan dari angka 6,21 persen pada akhir 2024 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026,” ujar Syaripudin.

  3. 3. Strategi Pemprov DKI turunkan angka pengangguran

    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
    Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Syaripudin mengatakan, sebagai upaya penurunan pengangguran secara berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta melakukan strategi pembangunan ketenagakerjaan.

    Pertama, pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan meliputi sistem satu layanan tenaga kerja atau Siapkerja, Karir Jakarta, dan Unit Layanan Disabilitas Tenaga Kerja.

    Kedua, transformasi pusat pelatihan kerja Jakarta Skill for Future untuk mewujudkan tenaga kerja terampil guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam dan di luar negeri.

    "Kemudian melakukan perluasan kesempatan kerja melalui wirausaha serta pengembangan hubungan kerja dan perlindungan tenaga kerja," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More