Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Soroti Maraknya Aksi Premanisme di Balik Predikat Jakarta Aman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti maraknya aksi premanisme meski Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN oleh Global Residence Index 2026.
  • Kasus pemalakan pedagang bakso di Tanah Abang menjadi perhatian utama, mendorong Pramono memerintahkan Satpol PP bertindak cepat hingga pelaku berhasil diamankan dan ditahan.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat pengawasan, meningkatkan respons aparat, serta mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga keamanan hingga ke sektor informal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 April 2026

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang preman memecahkan mangkuk milik tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi tersebut menimbulkan perhatian publik terhadap maraknya premanisme di ibu kota.

12 April 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti kasus pemalakan pedagang bakso setelah video viral. Ia menginstruksikan Satpol PP bertindak cepat hingga pelaku ditangkap dan ditahan, serta menegaskan komitmen pemerintah melawan premanisme.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti maraknya aksi premanisme di tengah predikat Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara menurut Global Residence Index 2026.
  • Who?
    Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menindak pelaku pemalakan terhadap pedagang bakso di Tanah Abang.
  • Where?
    Kejadian pemalakan terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sementara pernyataan disampaikan Pramono di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Minggu, 12 April 2026, setelah insiden pemalakan yang terjadi pada Jumat, 9 April 2026.
  • Why?
    Tindakan cepat dilakukan karena pemerintah ingin memastikan keamanan warga kecil tetap terjaga dan tidak ada toleransi terhadap praktik premanisme di wilayah ibu kota.
  • How?
    Pramono langsung menginstruksikan Kepala Dinas Satpol PP untuk menangkap pelaku yang memalak dan merusak barang dagangan pedagang bakso; pelaku kemudian diamankan dan ditahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tukang bakso di Tanah Abang yang dipalak dan mangkuknya dipecahkan oleh orang jahat. Gubernur Jakarta namanya Pak Pramono marah dan langsung suruh Satpol PP tangkap orang itu. Katanya Jakarta kota aman, tapi masih ada preman. Sekarang pelaku sudah ditahan, dan pemerintah mau jaga warga biar semua merasa aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Gubernur Pramono dalam menanggapi kasus pemalakan di Tanah Abang menunjukkan kesigapan pemerintah menjaga keamanan warga, terutama pelaku usaha kecil. Respons tegas Satpol PP yang langsung mengamankan pelaku mencerminkan komitmen nyata Pemprov DKI terhadap rasa aman publik, sejalan dengan prestasi Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, menyoroti maraknya praktik premanisme di ibu kota. Padahal Jakarta meraih predikat sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menurut Global Residence Index edisi 2026.

"Jadi, Jakarta ini yang menempatkan kota nomor dua (teraman), itu bukan kata Gubernur, tetapi hasil survei dunia. Dalam persoalan itu masih ada tukang bakso, pedagang bakso yang dipalak di Tanah Abang, kami bergerak cepat, itu menjadi perhatian serius kami," kata Pramono di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Minggu (12/4/2026).

Menurut Pramono, capaian tersebut patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap persoalan premanisme yang masih terjadi di lapangan, khususnya yang menyasar masyarakat kecil.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah aksi pemalakan terhadap pedagang bakso di kawasan Tanah Abang. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan kota tidak hanya diukur dari data survei, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan langsung oleh warga.

Pramono mengungkapkan, dirinya langsung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas. Pelaku yang tidak hanya memalak tetapi juga merusak barang dagangan korban berhasil diamankan dan ditahan.

"Saya pada saat itu juga langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan dan apa yang memalak, yang memecahkan mangkok-mangkoknya langsung ditangkap dan ditahan," kata Pramono.

Langkah cepat ini, kata Pramono, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons setiap laporan masyarakat secara sigap. Dia memastikan tidak ada toleransi terhadap tindakan premanisme dalam bentuk apa pun.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menjelaskan, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa memiliki dinamika sosial yang kompleks. Jika dihitung dengan wilayah aglomerasi, jumlah penduduk bahkan mencapai hampir 42 juta jiwa menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dengan kondisi tersebut, potensi gangguan keamanan tetap ada, namun yang terpenting adalah bagaimana pemerintah mampu hadir dan memberikan solusi cepat. "Yang seperti itu tentunya segera kami tindak dengan tegas," ujarnya.

Dia juga menekankan, upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh warganya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan yang merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.

Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang preman memecahkan mangkuk milik tukang bakso di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2026).

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat seorang pria berjaket biru dan celana pendek biru memecahkan mangkuk milik pedagang bakso.

Awalnya, pria bertopi tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso, lalu menghantamkannya satu sama lain hingga pecah.



Editorial Team