“Mereka sampah. Mereka adalah orang-orang sakit!” ujar Trump dalam pernyataan terbarunya kepada awak media saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026) siang waktu setempat, seperti dikutip Jerusalem Post.
Trump Ngamuk, Sebut Iran 'Sampah' usai Serang Kapal di Selat Hormuz

- Iran menyerang tiga kapal komersial di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker asal Qatar, dengan rudal dan drone setelah peringatan mereka diabaikan.
- Pemerintah Qatar mengecam keras tindakan Iran yang dianggap melanggar hukum laut internasional dan mengancam keamanan navigasi global.
- Donald Trump menanggapi serangan itu dengan marah, menyebut Iran sebagai 'negara sampah' dan menghentikan seluruh negosiasi lanjutan antara AS dan Teheran.
Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat usai Teheran meluncurkan serangan di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, menyebut Iran sebagai “Negara sampah” karena telah menyerang kapal yang melintas di selat tersebut.
1. Iran menyerang tiga kapal komersial di Selat Hormuz

Sebelum ini, Iran menyerang sekitar tiga kapal komersial, termasuk kapal tanker milik perusahaan asal Qatar, yang sedang melintas di Selat Hormuz. Serangan itu terjadi pada Senin (6/7/2026) lalu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku pihaknya merupakan dalang utama di balik serangan tersebut. Sebelum melakukan serangan, milisi tersebut sudah lebih dahulu memberikan peringatan kepada kapal-kapal yang ada di Selat Hormuz. Namun, peringatan itu tidak digubris.
“Rudal dan drone kami siap menembaki kalian," bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip Wall Street Journal (WSJ).
2. Qatar mengecam serangan Iran terhadap kapalnya di Selat Hormuz

Serangan Iran ini akhirnya dikecam oleh Pemerintah Qatar. Doha menyebut serangan Teheran terhadap kapalnya yang sedang berlayar di Selat Hormuz telah melanggar hukum laut internasional. Sebab, Selat Hormuz merupakan wilayah perairan internasional sehingga kapal dari negara mana pun punya hak bebas berlayar di sana.
“Kami menuntut agar Republik Islam Iran segera menghentikan semua praktik yang merusak keamanan regional atau mengancam keselamatan navigasi maritim internasional. Kami juga meminta Republik Islam Iran untuk menahan diri dari membahayakan pasokan energi global dan sumber daya negara-negara di kawasan ini dalam mengejar kepentingan sempit,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam sebuah unggahan di media sosial X.
3. Trump marah dan menghentikan negosiasi lanjutan dengan Iran

Serangan terbaru Iran di Selat Hormuz akhirnya membuat Trump semakin geram. Akibatnya, Trump menegaskan akan menghentikan negosiasi lanjutan dengan Iran. Sebab, presiden berusia 79 tahun itu menganggap tindakan Teheran sudah kelewat batas sehingga tidak bisa dimaklumi lagi.
“Bagi saya, ini (negosiasi dengan Iran) sudah berakhir. Saya tidak mau mencapai kesepakatan lagi dengan mereka (Iran),” tegas Trump.
AS dan Iran sendiri dijadwalkan akan melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, setelah Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan pada Kamis (9/7/2026) mendatang. Dalam negosiasi tersebut, Washington dan Teheran akan membahas sejumlah hal, termasuk soal hak bebas berlayar di Selat Hormuz. Namun, negosiasi itu kini terancam batal karena Trump sudah tidak mau lagi berbicara dengan Iran.




















