China Dihantam Cuaca Ekstrem, 22 Orang Tewas dan Bendungan Jebol

- Cuaca ekstrem di China menewaskan 22 orang, melukai ratusan, dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi akibat banjir, angin kencang, serta tanah longsor di beberapa provinsi.
- Banjir besar di Guangxi akibat Topan Maysak menyebabkan tanggul waduk jebol, merendam ribuan hektare lahan pertanian, serta memicu evakuasi lebih dari 130 ribu warga.
- Angin puting beliung di Hubei dan longsor di Gansu menambah korban jiwa serta kerusakan infrastruktur luas, sementara pemerintah pusat memperkuat upaya penyelamatan dan penanganan darurat.
Jakarta, IDN Times - Bencana cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di China memicu kerusakan infrastruktur yang parah. Hingga Selasa (7/7/2026), jumlah korban tewas akibat rangkaian bencana tersebut dilaporkan mencapai 22 orang.
Selain korban jiwa, bencana ini menyebabkan ratusan warga terluka dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Otoritas setempat kini terus bersiaga untuk meminimalkan dampak buruk dari cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
1. Banjir bandang dan tanggul jebol di Guangxi

Hujan deras akibat terjangan Topan Maysak memicu banjir besar di wilayah Guangxi dan menewaskan sedikitnya enam orang. Luapan air menyebabkan tanggul sebuah waduk di Hengzhou jebol hingga merendam permukiman warga di sekitarnya.
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah menaikkan status tanggap darurat banjir ke tingkat tertinggi di Kota Nanning. Banjir dilaporkan telah merendam hampir 13 ribu hektare lahan pertanian dan menyebabkan puluhan sungai meluap.
Bencana tersebut juga menghanyutkan sebuah peternakan ular lokal, sehingga ratusan reptil lepas ke permukiman warga. Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mencari korban hilang serta mengevakuasi lebih dari 130 ribu warga ke pengungsian.
"Curah hujan tinggi yang terus-menerus membuat kondisi waduk dan tanggul di daerah terdampak berada dalam situasi kritis," kata Menteri Sumber Daya Air Li Guoying.
2. Kerusakan akibat angin puting beliung di Hubei

Provinsi Hubei di bagian tengah China dihantam badai petir dan angin kencang pada Senin malam. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 331 warga di beberapa wilayah perkotaan.
Pihak berwenang mencatat adanya terjangan angin puting beliung yang memperparah kerusakan di wilayah tersebut. Embusan angin berkecepatan 149 kilometer per jam merobohkan puluhan rumah serta merusak lebih dari 4.800 bangunan lainnya.
Sebagian besar korban luka akibat terkena reruntuhan material bangunan dan serpihan logam yang terbawa angin. Badai yang datang tiba-tiba dengan durasi singkat ini sempat memicu kepanikan luas di kalangan warga lokal.
"Lemari, sofa, hingga meja makan hilang dalam sekejap. Rumah kami seperti langsung kosong," ujar seorang warga Kota Huanggang, Wang, dikutip dari Al Jazeera.
3. Bencana tanah longsor di Provinsi Gansu

Bencana tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi juga melanda wilayah pegunungan di Provinsi Gansu. Longsoran tanah yang terjadi pada Selasa pagi tersebut menimbun area permukiman di Kabupaten Tanchang.
Kejadian mendadak ini menyebabkan puluhan warga terperangkap di bawah reruntuhan tanah dan batu. Otoritas penyelamat melaporkan bahwa sebanyak 33 warga dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsoran.
Tim medis dan kepolisian paramiliter bergerak cepat mengevakuasi 17 orang dalam kondisi hidup. Namun, lima korban di antaranya kemudian meninggal dunia setelah mendapatkan tindakan medis darurat di rumah sakit.
"Kita harus bekerja maksimal untuk menyelamatkan korban, merawat yang terluka, mengungsikan warga, serta mengantisipasi bencana susulan dengan efektif," tegas Presiden China, Xi Jinping, dikutip dari Malay Mail.




















