Produksi jagung Jawa Tengah pada Januari hingga September 2026 mencapai 2,68 juta ton. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun. Capaian itu mengukuhkah provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional. (Dok. Jateng)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 17,02 persen terhadap produksi jagung nasional. Jumlah itu menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen terbesar kedua secara nasional.
Untuk mempertahankan produksi, Luthfi menekankan sejumlah faktor utama, mulai dari menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi, ketersediaan air, hingga pupuk dan kelancaran distribusinya.
Khusus persoalan air, menurutnya yang terpenting adalah memastikan air benar-benar sampai ke lahan pertanian.
Untuk memperkuat sumber air, lanjut Luthfi, dapat diperkuat melalui berbagai cara, antara lain pembuatan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung. Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk agar petani tidak kesulitan saat memasuki musim tanam.
Ia optimistis produksi pangan Jawa Tengah dapat terus ditingkatkan. Terlebih, panen jagung masih dapat dilakukan di tengah musim kemarau, sementara luas tanam diperkirakan kembali meningkat memasuki musim penghujan.