2. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meliputi Sumatera Barat-Jambi: Mayjen TNI Arif Gajah Mada
Profil Kristomei Sianturi, Anak Guru Diangkat Prabowo Jadi Kepala BNPB

- Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB pada 15 Oktober 2026 berdasarkan Keppres Nomor 113/P Tahun 2026.
- Sebelumnya, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten yang mencakup Lampung dan Bengkulu, setelah pernah menjadi Kapuspen Mabes TNI serta sejumlah posisi komando dan penerangan.
- Lahir di Lampung Utara dari ayah pedagang dan ibu guru SMA, Kristomei lulusan Akmil 1997 yang awalnya tidak bercita-cita menjadi tentara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Kamis (15/10/2026).
Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sebelumnya Kristomei menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, yang meliputi wilayah Lampung dan Bengkulu. Ini merupakan kodam baru yang dibentuk di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo terlihat melantik Kristomei dengan menyerahkan tongkat komando pada Minggu (10/8/2025) di Batujajar, Bandung. Sementara, Kristomei terlihat mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) motif loreng dan topi baret warna hijau.
Karier Kristomei di TNI terbilang moncer. Di usia yang belum genap 50 tahun, ia telah meraih pangkat jenderal bintang dua atau mayjen. Wajahnya pun familiar di ruang publik karena ia ditunjuk oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto pada Maret 2025 lalu sebagai Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI alias juru bicara.
Belum genap lima bulan mengisi posisi tersebut, Kristomei sudah dipercaya menduduki posisi baru sebagai Pangdam XXI/Radin Inten. Kini, ia dipercaya menjadi Kepala BNPB. Bagaimana rekam jejak Kristomei di dunia militer? Berikut profilnya.
1. Kristomei terlahir dari keluarga yang tak punya latar belakang militer

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi (Dok. Mabes TNI) Kristomei lahir pada 6 Mei 1976 di Lampung Utara. Ketika berkunjung ke kantor IDN Media pada 2024 lalu jenderal bintang dua tersebut mengaku ketika duduk di bangku sekolah, ia tidak pernah memiliki keinginan menjadi seorang tentara.
Berdarah Batak, Kristomei mengatakan kedua orang tuanya bukan berasal dari keluarga militer. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang, sedangkan ibunya adalah guru SMA di Kotabumi, Lampung Utara.
"Tidak terbersit sedikit pun cita-cita saya jadi tentara atau polisi saat itu," kata Kristomei.
Namun, jalan hidupnya berubah ketika ia lolos ikut seleksi SMA Taruna Nusantara, Magelang. Ia menjadi satu dari tujuh orang asal Lampung yang berhasil lolos.
Kristomei kemudian sempat meminta izin kepada orang tuanya untuk masuk ke Akademi Militer namun sempat ditolak. Namun, belakangan kedua orang tuanya pun mendukung. Ia pun lulus dari Akmil pada 1997.
2. Kristomei beberapa kali dipercaya menjadi juru bicara bagi TNI

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI) Usai lulus dari Akmil, karier Kristomei terus melesat. Ia pernah menjadi komandan Danyonif Linud 305/Tengkorak pada 2013-2014. Lalu, ia dipercaya menjadi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0424/Tanggamus hingga 2016.
Meski tak langsung menjabat kepala, kariernya naik ke Waasops Kasdivif 2/Kostrad pada 2016-2017. Kristomei juga dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Satuan Angkatan Darat (Sespri Wakasad) pada pada 2017.
Setelah itu, ia mulai dipercaya memimpin bidang komunikasi sebagai Kepala Pusat Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya selama 2017-2019.
Kristomei kemudian dipercaya menjadi Pasis Sesko TNI, Asops Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020-2022, Danrindam Iskandar Muda pada 2022, dan Paban IV/Opsdagri Sops TNI pada 2022-2023.
Kristomei kembali memegang bidang komunikasi setelah ditunjuk menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) pada 2023-2024. Setelah itu, ia menjabat Danmentar Akmil, dan Wagub Akmil pada 2024.
Baru beberapa bulan berada di Magelang, Kristomei kemudian kembali ditarik ke Jakarta untuk menjabat Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI pada Maret 2025. Pangkatnya pun naik ketika itu dari semula jenderal bintang satu menjadi jenderal bintang dua.
3. Belum tertulis prajurit yang mengisi posisi Kapuspen Mabes TNI

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi di acara Halal Bihalal Pangdam bersama BEM dan jurnalis di Kota Bandar Lampung, Senin (13/4/2026).(IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Penunjukkan Kristomei sebagai Pangdam XXI/Radin Inten tertulis di dalam Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1033/VIII/2025, yang diteken pada 6 Agustus 2025 lalu.
Selain Kristomei, berikut lima jenderal bintang dua lainnya yang menjabat sebagai Pangdam di Kodam yang baru dibentuk:
1. Kodam XIX/Tuanku Tambusai meliputi Riau-Kepulauan Riau: Mayjen TNI Agus Hadi
3. Kodam XXII/Tambun Bungai meliputi Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan: Mayjen TNI Zainul Arifin
4. Kodam XXIV/Mandala Trikora meliputi Merauke Papua Selatan: Mayjen TNI Lucky Avianto
5. Kodam XXIII/Palaka Wira meliputi Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat: Mayjen TNI P. Binsar Sianipar.
Adapun dalam pelantikan pada Kamis (15/10/2026), Kristomei menjadi Kepala BNPB yakni lembaga yang bertugas menangani penanggulangan bencana di Indonesia.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden.
Setelah pembacaan Keppres, Presiden Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan yang diikuti secara serentak oleh para pejabat yang dilantik.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan.






















