Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia
Nyak Sandang (dokumentasi warga)
  • Nyak Sandang, donatur pesawat pertama Republik Indonesia, wafat di usia 99 tahun di Desa Lhuet, Aceh Jaya pada Selasa (7/4/2026).
  • Ia menyumbangkan hasil penjualan sawahnya senilai Rp100 pada 1950 untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia.
  • Selain sebagai donatur, Nyak Sandang juga pernah bertugas sebagai pasukan pengintai dan menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Februari 1927

Nyak Sandang lahir di Aceh Jaya.

1950

Nyak Sandang menyumbangkan satu petak sawah seharga Rp100 untuk pembelian pesawat Seulawah R1-001, cikal bakal Garuda Indonesia.

25 Agustus 2025

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Nyak Sandang di Istana Negara, Jakarta.

7 April 2026

Nyak Sandang meninggal dunia di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada usia 99 tahun.

kini

Nyak Sandang telah dimakamkan di kampung halamannya, Gampong Lhuet.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nyak Sandang, donatur pesawat pertama Republik Indonesia, meninggal dunia di usia 99 tahun dan dimakamkan di kampung halamannya di Aceh Jaya.
  • Who?
    Nyak Sandang, warga Aceh Jaya yang dikenal sebagai penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah R1-001 serta penerima Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di kediaman Nyak Sandang di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Pemakaman juga berlangsung di desa tersebut.
  • When?
    Kematian Nyak Sandang terjadi pada Selasa siang, 7 April 2026. Ia sebelumnya menerima penghargaan negara pada 25 Agustus 2025.
  • Why?
    Penyebab kematian belum dijelaskan secara rinci, namun keluarga menyebut faktor usia dan riwayat perawatan kesehatan beberapa kali menjadi latar kondisi kesehatannya.
  • How?
    Kabar duka disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui unggahan media sosialnya. Jenazah kemudian dimakamkan secara layak di Gampong Lhuet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kakek Nyak Sandang dari Aceh sudah meninggal di rumahnya. Dulu kakek ini bantu beli pesawat pertama Indonesia pakai uang dari sawahnya. Pesawat itu nanti jadi Garuda Indonesia. Kakek juga dulu ikut berjuang lawan penjajah dan pernah dapat bintang jasa dari Presiden Prabowo. Sekarang kakek dimakamkan di kampungnya di Aceh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kisah hidup Nyak Sandang menampilkan teladan pengabdian dan cinta tanah air yang mendalam. Dari menyumbangkan sawahnya demi pembelian pesawat pertama Republik Indonesia hingga bertugas sebagai pasukan pengintai, ia menunjukkan semangat perjuangan tanpa pamrih. Penghargaan Bintang Jasa Utama dan usia panjangnya mencerminkan penghormatan serta keteguhan yang menginspirasi banyak orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Donatur pesawat pertama Republik Indonesia asal Aceh, Nyak Sandang, meninggal dunia di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (7/4/2026) siang.

Kabar duka itu datang dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian Nyak Sandang.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang," kata Muzakir Manaf dalam unggahannya di akun Instagramnya, @muzakirmanaf1964.

Lalu seperti apa profil Nyak Sandang?

1. Profil Nyak Sandang, penyumbang dana pembelian pesawat Pertama RI, cikal bakal Garuda Indonesia

Nyak Sandang (dok. Instagram Gubernur Aceh)

Nyak Sandang merupakan salah seorang penyumbang untuk pembelian pesawat Seulawah R1-001 pada saat awal kemerdekaan Republik Indonesia. Kala itu, ia mengaku menyumbangkan satu petak sawah seharga Rp100 pada 1950.

Hasil penjualan sawah tersebut kemudian ia sumbangkan untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. Kakek asal Aceh Jaya itu masih ingat betul proses penggalangan dana untuk pembelian alat transportasi udara itu.

2. Nyak Sandang pernah menjadi pasukan pengintai

Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pembelian kapal Seulawah RI-001. (Dokumentasi warga)

Selain menyumbang, Nyak Sandang juga ikut berjuang melawan penjajah dan bertugas sebagai pasukan pengintai. Sebagai kepala kelompok, Nyak Sandang bertanggung jawab penuh untuk pemantauan.

Dedikasi Nyak Sandang mendapat pengakuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia diberi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025).

3. Nyak Sandang meninggal dunia di usia 99 tahun

Nyak Sandang saat berjumpa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Dokumentasi Sekretariat Negara)

Cucu Sandang, Ataillah mengatakan, selama ini sang kakek lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain karena faktor usia, Nyak Sandang juga pernah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Kini, Nyak Sandang dimakamkan di kampung halamannya, yakni Gampong Lhuet. Nyak Sandang lahir pada 4 Februari 1927 atau 99 tahun silam.

"Kakek meninggal lebih kurang hampir di umur 100 tahun," ujar Ataillah.

Editorial Team