Jakarta, IDN Times - Di antara sejumlah jenderal TNI yang menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2026), ada sosok Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon. Richard datang ke Istana untuk dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang strategi, doktrin dan pembangunan kekuatan.
"Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar NRI tahun 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. Kiranya Tuhan menolong saya," ujar Richard ketika mengucap sumpah jabatan di hadapan Prabowo Kamis sore.
Richard diketahui lahir di Jakarta pada 24 Mei 1969. Sebelum menjadi Wamenhan, Richard mengemban jabatan sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, sejak 24 Juli 2024.
Ia merupakan alumni Akademi Militer tahun 1992. Richard sendiri diketahui memiliki pengalaman di bidang infanteri. Tak heran bila ia ditugaskan ke daerah konflik.
Jenderal bintang tiga itu berasal dari satuan korps baret merah atau Kopassus. Sebelum menjabat posisi Kasum, Richard menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, yang membawahi wilayah Maluku dan Papua. Ketika bertugas di Bumi Cendrawasih, Richard diketahui berhasil merebut markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 2018 lalu.
Sementara, bila menelusuri harta kekayaannya, Richard sudah rutin melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2017 lalu. Ketika mengisi jabatan sebagai Kepala Staf Umum (Kasum), Richard melaporkan memiliki harta kekayaan Rp10 miliar pada Desember 2025 lalu.
Bila dirinci, Richard memiliki aset paling besar dalam bentuk kepemilikan rumah dan tanah di sembilan lokasi berbeda. Mulai dari Penajam Paser Utara, Bekasi, Karawang, Cianjur hingga Bogor. Total nilai aset dalam bentuk rumah dan tanah mencapai Rp8.459.347.153 (Rp8,4 miliar). 11 aset berupa tanah dan rumah itu dilaporkan oleh Richard dibeli dengan biaya sendiri.
Ia melaporkan hanya memiliki satu kendaraan Toyota Inova keluaran tahun 2016 dengan nilai Rp201.648.000 (Rp201 juta). Richard memiliki harta lain berupa surat berharga senilai Rp1,5 miliar. Kemudian, ada pula utang sebesar Rp1.859.570.144 (Rp1,8 miliar).
Maka, total harta yang dimiliki oleh Richard mencapai Rp10.040313.906 (Rp10 miliar).
