Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat berkunjung ke Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Jakarta Pusat, Senin (24/3). (dok. beritajakarta.id)
Membangun budaya siaga kebakaran tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Berbagai elemen masyarakat harus ikut ambil bagian dalam memperkuat mitigasi kebakaran di tingkat lingkungan.
Salah satunya dilakukan Ikatan Alumni SMAN 112 Jakarta yang menyalurkan 30 unit APAR kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat kapasitas layanan pemadam kebakaran melalui penambahan personel secara bertahap.
Menurut Pramono, kebutuhan ideal petugas pemadam di Jakarta mencapai sekitar 10 ribu hingga 11 ribu orang, sementara saat ini baru tersedia sekitar 3.900 personel.
“Memang personel masih sangat kekurangan. Kebutuhan sekitar 10 sampai dengan 11 ribu personel. Sekarang baru ada kurang lebih 3.900 personel, sehingga secara perlahan mulai kami tambah supaya kebutuhan itu bisa tercukupi,” ungkapnya.
Program GEMAR ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Siti Nurhayati, warga RW 07 Kelurahan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, mengaku lebih percaya diri menghadapi potensi kebakaran setelah mengikuti pelatihan penggunaan APAR.
“Sekarang saya jadi tahu cara menggunakan APAR. Kalau ada api kecil, kami tidak panik dan bisa langsung melakukan penanganan awal,” tuturnya. (WEB)