Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hamas Minta Tambahan Dana dan Dukungan Diplomatik dari Iran

Hamas Minta Tambahan Dana dan Dukungan Diplomatik dari Iran
Anak-anak di Palestina sedang merayakan ulang tahun Hamas. (farsnews.ir/Hadi Mohammad via commons.wikimedia.org/Hadi Mohammad)
Intinya Sih
  • Hamas meminta tambahan dana dan dukungan diplomatik dari Iran untuk memperkuat posisinya di Gaza, di tengah tekanan internasional agar melucuti senjata dan meninggalkan wilayah tersebut.
  • Delegasi Hamas telah bertemu pejabat tinggi Iran pada 4 Juli 2026 guna meminta perlindungan diplomatik serta dukungan Iran dalam menolak desakan perlucutan senjata di forum internasional.
  • Iran yang telah lama menjadi sekutu Hamas tetap memberikan dukungan meski Amerika Serikat menentang hubungan tersebut dan menganggap Hamas sebagai organisasi teroris sejak 1997.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hamas disebut ingin meminta tambahan dana dan dukungan diplomatik dari Iran. Kabar tersebut mencuat pada Selasa (14/7/2026) usai seorang pejabat tinggi Hamas anonim memasukkan Iran ke dalam daftar negara yang akan dimintai tambahan dana dan dukungan diplomatik oleh organisasinya. 

Dilansir Times of Israel, Rabu (15/7/2026), permintaan ini bertujuan untuk memperkuat keradaan Hamas di Gaza. Sebab, belakangan ini, Hamas didesak oleh berbagai pihak untuk melucuti senjatanya dan segera meninggalkan Gaza. Salah satu pihak yang paling vokal menyerukan desakan itu adalah Amerika Serikat (AS) dan Presidennya, Donald Trump. 

1. Delegasi Hamas sudah bertemu pejabat Iran untuk minta tambahan dana dan dukungan diplomatik

Abbas Aragchi sedang menghadiri pertemuan.
potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi (commons.wikimedia.org/محمد برنو)

Untuk meminta tambahan dana dan dukungan diplomatik, delegasi Hamas dikabarkan sudah berkunjung ke Iran pada 4 Juli lalu. Kala itu, delegasi Hamas bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Hamas meminta Iran untuk menjadi jaring pengaman diplomatik. Ini bertujuan agar Hamas punya pihak pembela di kancah internasional ketika ada yang menyalahkan mereka soal serangan di Gaza. Sebab, Hamas kerap disalahkan oleh komunitas internasional karena dianggap melakukan teror terhadap warga Palestina yang tinggal di sana. 

Selain itu, delegasi Hamas juga meminta Iran untuk menyerukan penolakan perlucutan senjata mereka kepada komunitas internasional. Sebab, Hamas menilai cara yang satu ini akan efektif untuk menghentikan desakan tersebut kepada mereka.

2. Hamas minta Iran menyerukan permintaannya dalam negosiasi dengan AS

Senjata Hamas yang ditemukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Kumpulan senjata Hamas yang ditemukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (commons.wikimedia.org/Israel Defence Force)

Hamas meminta Iran untuk menyerukan semua permintaan tadi dalam negosiasi lanjutan dengan AS. Sebab, menurut Hamas, pertemuan itu akan efektif bagi Iran untuk menyerukan semua permohonan mereka. Terlebih, dalam negosiasi itu, delegasi AS langsung hadir untuk mendengarkan pendapat Iran.

Sayangnya, negosiasi lanjutan antara AS dan Iran kini tertunda. Sebab, tensi Washington dan Teheran kembali meningkat. Kedua negara kini kembali terlibat bentrokan karena serangan di Selat Hormuz. Apalagi, Iran juga sudah menolak melanjutkan negosiasi dengan AS. Padahal, Trump sudah mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan agar konflik bisa mereda.

3. Iran sudah menjadi sekutu Hamas selama bertahun-tahun

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Semua permintaan Hamas tadi ditujukan ke Iran karena keduanya sudah menjalin hubungan baik sejak lama. Iran sendiri sudah menjadi sekutu Hamas selama bertahun-tahun. Selama itu, Iran kerap kali menjadi tameng Hamas ketika mendapat ancaman dari pihak eksternal. Selain itu, Iran juga kerap kali memberi bantuan berupa dana dan senjata kepada milisi tersebut. 

Di sisi lain, AS dan Presiden Trump tidak suka Iran menjalin hubungan dekat dengan Hamas. Sebab, AS sudah memasukkan Hamas ke dalam organisasi teroris sejak 1997. Washington menganggap Hamas sebagai organisasi yang kerap menebar teror yang memperlambat upaya perdamaian di Gaza. 

Namun, Iran tidak menggubris sikap AS soal Hamas. Mereka tetap menjadi sekutu setia Hamas hingga saat ini. Bahkan, Iran juga menjalin hubungan baik dengan Hizbullah, milisi Lebanon yang juga sudah menjadi salah satu daftar organisasi teroris yang ditetapkan AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More