Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rano Karno Ungkap 'Kenyataan Pahit' di Balik Jalan Amblas Jakarta
Wagub DKI, Rano Karno cek Jalan Lenteng Agung. (Instagram.com/sudinsumberdayaairjaksel)
  • Rano Karno mengungkap banyak gorong-gorong di Jakarta berusia lebih dari 30 tahun, menjadi penyebab utama potensi jalan amblas seperti yang terjadi di Lenteng Agung.
  • Perbaikan jalan amblas di Lenteng Agung diselesaikan dalam waktu lima hari, dan kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan dengan kondisi baik.
  • Pemprov DKI bekerja siang malam mengganti gorong-gorong tua dengan boks culvert beton K-400 karena ruas ini merupakan akses vital penghubung Jakarta–Depok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jalan di Lenteng Agung tiba-tiba amblas karena pipa besi di bawahnya sudah tua dan keropos. Pak Rano Karno bilang banyak gorong-gorong di Jakarta juga sudah lama sekali, jadi bisa rusak juga. Tapi sekarang jalan itu sudah diperbaiki dalam lima hari. Banyak orang kerja siang malam supaya mobil bisa lewat lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski Rano Karno menyebut kondisi gorong-gorong tua sebagai “kenyataan pahit”, penanganan cepat terhadap jalan amblas di Lenteng Agung menunjukkan kesiapan dan respons tanggap pemerintah daerah. Dalam waktu hanya lima hari, perbaikan berhasil diselesaikan berkat kerja siang-malam tim Pemprov DKI, menghasilkan infrastruktur yang lebih kuat dan aman bagi pengguna jalan vital Jakarta–Depok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui masih banyak gorong-gorong bawah jalan di Jakarta yang berusia lebih dari 30 tahun. Kondisi inilah yang disebutnya sebagai "kenyataan pahit" yang harus dihadapi pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi jalan amblas di berbagai titik.

"Tadi saya diskusi dengan SDA dan minta siapkan, karena kita harus bicara pahit. Sehingga kalau terjadi, tahu apa yang harus kita lakukan," kata Rano saat meninjau lokasi perbaikan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

1. Jalan amblas di Lenteng Agung karena saluran sudah tua

Kasudin SDA Jakarta Selatan melakukan monitoring penanganan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (29/5). (Instagram.com/SDA)

Menurut Rano, jalan amblas di Lenteng Agung yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) dipicu armco atau pipa gorong-gorong baja di bawah jalan yang mengalami keropos akibat dimakan usia.

Ia tidak menampik jalan amblas bisa saja ditemukan di lokasi lain mengingat masih banyak saluran bawah jalan di Jakarta yang masih menggunakan material armco berusia puluhan tahun.

"Jadi memang ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun. Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos," katanya.

2. Perbaikan jalan memakan waktu lima hari

Kasudin SDA Jakarta Selatan melakukan monitoring penanganan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (29/5). (Instagram.com/SDA)

Di sisi lain, Rano mengapresiasi penanganan cepat jalan amblas di Lenteng Agung yang kini sudah kembali dapat dilintasi kendaraan.

"Saya sangat surprise, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi yang cukup baik," ucapnya.

3. Jalan Lenteng Agung jadi akses yang vital

Kasudin SDA Jakarta Selatan melakukan monitoring penanganan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (29/5). (Instagram.com/SDA)

Menurutnya, dalam empat hari terakhir jajaran Pemprov DKI bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan perbaikan. Sejumlah alat berat juga diterjunkan ke lokasi sehingga sempat dilakukan rekayasa lalu lintas dari arah Jakarta menuju Depok pada Senin (1/6/2026).

Perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian gorong-gorong menggunakan boks culvert berbahan beton jenis K-400. Selain itu, badan jalan juga dibeton untuk memperkuat struktur di atas saluran.

"Jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Depok ini merupakan akses yang vital. Saya apresiai Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga yang telah menuntaskan perbaikan dengan waktu cepat," ucapnya.

Editorial Team

Related Article