Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260212_124230.jpg
Sopir angkot di Bekasi blokade Jalan Ahmad Yani. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - Ratusan sopir angkot menggelar demonstrasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (12/2/2026) pukul 12.30 WIB. Peserta aksi memarkir angkot mereka hingga menutup Jalan Ahmad Yani.

Demonstrasi itu digelar sopir angkot karena kecewa dengan keputusan Pemerintah Kota Bekasi yang mengoperasikan bus Trans Beken dengan trayek Harapan Indah-Terminal Bekasi. Akibat aksi ini, lalu lintas di Jalan Ahmad Yani lumpuh.

Pantauan IDN Times, hampir seluruh angkot yang beroperasi di Kota Bekasi mengikuti aksi demontrasi tersebut, mulai dari angkot 07 jurusan Terminal Bekasi-Seroja hingga 02 jurusan Terminal Bekasi-Pondok Gede.

1. Polisi lakukan rekayasa lalu lintas

Sopir angkot di Bekasi blokade Jalan Ahmad Yani. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia menyampaikan, pihaknya harus melakukan rekayasa lalu lintas buat mengurangi kemacetan.

"Sementara kemacetan masih bisa teratasi. Ada pengalihan arus dari Simpang BCP ke arah Jalan Khairul Anwar maupun puter balik ke Pakuwon. Kemudian dari Sultan Agung kita luruskan ke Jalan Ir Juanda," katanya, Kamis (12/2/2026).

2. Menolak kehadiran Trans Beken dan Bis Kita

Sopir angkot di Bekasi blokade Jalan Ahmad Yani. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, salah satu sopir angkot Inay (37 tahun) mengatakan, kehadiran Bus Trans Beken dikhawatirkan mengganggu pendapatan harian para sopir. Ia menyebut, sebelum adanya Trans Beken, sopir angkot harus bersaing dengan Bis Kita yang beroperasi sejak 2025. Dampak bis tersebut juga sudah terasa bagi sopir angkot.

"Ada Bis Kita juga ya bagus, nyaman, rapi ya kan. Tapi kan di satu sisi kita gimana nih sebagai sopir angkot. Karena sebelum ada dia (Bis Kita), penghasilan kami ya mencukupi. Ada buat gajian bocah, emaknya bocah juga senang dibagi duit mulu," katanya kepada jurnalis, Selasa (10/2/2026).

Inay menambahkan, pendapatan hariannya bisa saja menurun jika Bis Trans Beken mulai beroperasi.

3. Minta bersaing dengan sehat

Sopir angkot di Bekasi blokade Jalan Ahmad Yani. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia mengatakan, tidak keberatan dengan kehadiran Bis Kita maupun Trans Beken. Namun, dia meminta masyarakat pengguna Bis Kita dan Trans Beken tetap dikenakan biaya.

"Bersaing aja, nggak apa-apa dia berjalan, angkot juga berjalan. Tapi dia berbayar. Berbayar aja (tidak gratis)," jelasnya.

Adapun Bis Kita memiliki trayek Summarecon Bekasi-Vida, sementara Trans Beken memiliki trayek Terminal Bekasi-Harapan Indah. Masyarakat yang ingin menggunakan dua transportasi tersebut pun masih belum dikenakan biaya.

Editorial Team