Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan dan dukacita yang mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang diduga menjadi korban tindak kekerasan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. (Dok. DPR RI)
  • Sari Yuliati menyampaikan belasungkawa atas tragedi kekerasan terhadap tiga santri di Lombok dan menegaskan tidak ada alasan yang membenarkan tindakan yang merenggut nyawa seseorang.
  • Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus secara tuntas dan transparan, memastikan semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
  • Sari mengajak masyarakat, pengelola pesantren, tokoh agama, dan pemerintah daerah memperkuat sistem perlindungan serta pencegahan kekerasan agar santri dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sari Yuliati meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pembakaran tiga santri di Lombok yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan menimbulkan keprihatinan publik.
  • Who?
    Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, aparat penegak hukum, serta para santri korban peristiwa kekerasan di Lombok.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sementara pernyataan disampaikan oleh Sari Yuliati di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada saat kasus kekerasan terhadap santri di Lombok sedang menjadi perhatian publik. Waktu pasti kejadian masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Sari Yuliati menilai tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan dan menuntut keadilan bagi korban serta tanggung jawab hukum bagi semua pihak yang terlibat.
  • How?
    Sari Yuliati menyerukan pengusutan menyeluruh oleh aparat, evaluasi sistem perlindungan santri, serta kerja sama masyarakat dan pemerintah daerah untuk mencegah kekerasan di pesantren.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan dan dukacita yang mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang diduga menjadi korban tindak kekerasan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang, terlebih terhadap santri-santri yang sedang menuntut ilmu,” ujar Sari Yuliati.

1. Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban

Ilustrasi gedung DPR RI. (Dok. DPR RI)

Sebagai wakil ketua DPR RI sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Lombok, Sari Yuliati meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku maupun pihak yang terbukti lalai sehingga peristiwa ini dapat terjadi. Keadilan harus ditegakkan dan keluarga korban berhak mendapatkannya,” katanya.

2. Menurut Sari, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati.

Menurut Sari Yuliati, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar tidak terulang kembali. Evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan bagi para santri.

Namun demikian, Sari Yuliati mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi peristiwa tersebut kepada seluruh pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masih sangat banyak pesantren yang menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.

“Kita tidak boleh menghakimi seluruh pesantren hanya karena perbuatan segelintir oknum. Saya meyakini masih banyak pesantren di Lombok maupun di seluruh Indonesia yang menjadi tempat menuntut ilmu yang aman, membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda bangsa,” ujarnya.

3. Ajakan memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan kekerasan

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati.

Lebih lanjut, Sari Yuliati mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola lembaga pesantren, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.

“Keselamatan dan perlindungan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren. Anak-anak harus dapat belajar dan menuntut ilmu dengan rasa aman serta nyaman,” katanya. (WEB)

Editorial Team

Related Article