Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan membantah pemerintah telah menolak tawaran bantuan dari Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Tawaran bantuan itu, kata Kemenko Polkam, masih dibahas dengan Kementerian Luar Negeri.
Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana mengatakan pihaknya mengapresiasi bantuan yang ditawarkan oleh Negeri Jiran. Bantuan yang ditawarkan lewat Presiden Prabowo Subianto yakni berupa satu pesawat Bombardier CL-415MP, tiga helikopter dan 52 personel.
"Pemerintah menghargai betul tawaran bantuan dari Pemerintah Malaysia sebagai bentuk solidaritas. Kami mengapresiasi. Itu yang disampaikan oleh Bapak Menko Polkam ketika bersama kami," ungkap Honi ketika memberikan keterangan di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat pada Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan tawaran bantuan itu sedang dikomunikasikan lewat Kementerian Luar Negeri. Sementara, operasional akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Atau bantuan pesawat atau personelnya itu militer, maka akan berkomunikasi lewat Kementerian Pertahanan. Mirip seperti kemarin kita mendapatkan bantuan dari Jepang," tutur jenderal bintang satu itu.
Ia pun menggaris bawahi pemerintah tidak pernah menyatakan menolak bantuan dari Malaysia untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan. Sebab, bantuan itu juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia sendiri.
"Tak ada kata kita menolak bantuan karena ini demi kepentingan masyarakat kita juga. Itu semua masih berproses. Tentunya banyak hal yang dikomunikasikan di situ, terkait kebutuhan operasional, bagaimana deployment termasuk dukungan logistik," imbuhnya.
