Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Diprotes Isu Karhutla, Bakom: Ini Faktor Alam di Luar Kuasa Manusia
Kepala Badan Komunikasi, Syahganda Nainggolan di kantor Lemhanas. (Dokumentasi Bakom)
  • Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menyatakan karhutla yang memicu kabut asap hingga Malaysia dan Singapura disebabkan faktor alam, seraya meminta pengertian negara tetangga.

  • PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto membahas penanganan karhutla; Menteri Luar Negeri Malaysia dijadwalkan berdialog dengan Menlu Arrmanatha Nasir.

  • BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 mulai November secara bertahap, dengan awal musim mundur di 529 zona musim sehingga banyak wilayah menunggu hujan lebih lama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
triwulan II tahun 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus lebih dari 5 persen, yang disebut Syahganda sebagai cerminan daya tahan negara menghadapi bencana.

22 September 2026

BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 datang bertahap dan lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia.

10 Oktober 2026

Syahganda Nainggolan menyatakan karhutla di sejumlah provinsi disebabkan faktor alam dan meminta pengertian dari negara tetangga yang terdampak asap. Ia membenarkan komunikasi PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla.

November 2026

BMKG memperkirakan musim hujan mulai terjadi di 185 zona musim yang mencakup 24,66 persen daratan Indonesia.

Desember 2026

Gelombang awal musim hujan diperkirakan meluas ke 266 zona musim. Puncak musim hujan juga diprediksi terjadi di 155 zona musim.

Januari 2027

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi di 162 zona musim.

Februari 2027

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi di 190 zona musim.

hari ini

Perhelatan Formula 1 di Singapura tidak berjalan maksimal karena kabut asap.

kini

Warga Malaysia dan Singapura ramai memprotes dampak kabut asap dari karhutla. Kualitas udara di kedua negara telah masuk kategori tidak sehat, sementara masyarakat di Kalimantan dan Sumatra terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi Indonesia memicu protes warga Malaysia dan Singapura serta mengganggu kegiatan Formula 1 di Singapura.
  • Who?
    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan, Presiden Prabowo Subianto, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Menlu Malaysia Mohammad bin Haji Hasan, dan Menlu Arrmanatha Nasir terlibat dalam komunikasi penanganan karhutla.
  • Where?
    Karhutla dilaporkan berdampak di Kalimantan, Sumatra, Pontianak, dan Riau. Kabut asap juga memengaruhi kualitas udara di Malaysia serta Singapura.
  • When?
    Syahganda menyampaikan keterangan di Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Oktober 2026. BMKG memperkirakan musim hujan 2026/2027 mulai bertahap pada November 2026.
  • Why?
    Syahganda menyatakan karhutla terjadi akibat faktor alam di luar kuasa manusia. BMKG menyebut awal musim hujan di sebagian besar wilayah mundur dibandingkan kondisi normal.
  • How?
    PM Anwar berencana mengirim Menteri Luar Negeri Malaysia untuk berdialog dengan Menlu Arrmanatha Nasir mengenai penanganan karhutla. Langkah bersama yang akan diambil hingga saat ini belum ada kepastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan lahan membuat asap sampai ke Malaysia dan Singapura. Warga di sana protes karena udaranya tidak sehat. Pak Syahganda bilang kebakaran ini karena alam. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ingin mengirim menteri untuk bicara dengan Indonesia. Banyak orang berharap hujan cepat turun, tetapi hujan diperkirakan mulai November.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komunikasi antara Indonesia dan Malaysia membuka ruang kerja sama dalam menghadapi dampak karhutla yang melintasi batas negara. Kesediaan kedua pihak untuk membahas penanganan teknis, disertai perhatian pemerintah terhadap warga terdampak, menunjukkan adanya upaya menghadapi situasi sulit secara bersama. Harapan datangnya hujan juga mencerminkan kepedulian terhadap pemulihan kualitas udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, meminta pengertian dari negara tetangga Indonesia yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Syahganda mengeklaim karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Tanah Air murni disebabkan faktor alam dan bukan ulah manusia.

Di media sosial, kini ramai protes yang disampaikan oleh warga Malaysia dan Singapura akibat ikut terdampak asap. Bahkan, perhelatan Formula 1 di Singapura pada hari ini tidak bisa berjalan maksimal lantaran diselimuti kabut asap. Kondisi udara di dua negara tersebut sudah masuk ke dalam kategori tidak sehat.

"Hubungan kita dengan Malaysia cukup baik. Indonesia juga berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa kita tidak hanya sekedar mengirimkan asap tetapi kalau asap tak ada, Indonesia juga mengirimkan oksigen. Oksigen di Singapura dan Malaysia kan datang dari hutan-hutan di Indonesia," ungkap Syahganda di kantor Lemhanas, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Oleh sebab itu, Syahganda meminta pengertian kepada negara tetangga Indonesia yang kini ikut menghirup asap karhutla. "Ini benar-benar beyond human error. Ini betul-betul (disebabkan) faktor alam," katanya.

1. PM Anwar Ibrahim akan kirim Menlu Malaysia untuk bahas teknis penanganan karhutla

Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. (Instagram/anwaribrahim_my)

Lebih lanjut Syahganda turut membenarkan adanya komunikasi antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dengan Presiden Prabowo Subianto menyangkut penanganan kebakaran hutan dan lahan. Salah satu poin yang dibahas dalam pembicaraan telepon tersebut yakni PM Anwar akan mengirimkan Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad bin Haji Hasan dan berdialog dengan Menlu Arrmanatha Nasir untuk bersama-sama mengatasi karhutla di Tanah Air.

Ketika ditanyakan langkah bersama apa yang akan diambil, Syahganda mengaku belum tahu. Ia akan menanyakan kepada Kementerian Luar Negeri lebih dulu. Namun, ia menggarisbawahi Prabowo sungguh-sungguh menangani beragam bencana yang terjadi di Tanah Air, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

"Pak Presiden sungguh-sungguh ingin menghadapi bencana, apapun bencananya termasuk karhutla. Indonesia ini kan berada di ring of fire, yang rentan terjadi bencana. Tapi, kita harus yakin bahwa Indonesia akan menjadi negara yang lebih kuat dan punya resilien terhadap berbagai kemungkinan," tutur dia.

Daya tahan itu, kata, Syahganda, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan II tahun 2026 menembus lebih dari 5 persen.

2. Bakom doakan hujan segera turun agar karhutla reda

Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, hingga jarak pandang turun 400 meter pada Kamis (8/10/2026) (Dokumentasi BNPB)

Syahganda pun menyadari dampak buruk dari karhutla yang kini sedang dialami oleh masyarakat di Kalimantan dan Sumatra. Oleh sebab itu, ia berharap hujan segera turun di area yang terjadi karhutla.

"Saya sedih dan melihat sendiri di Pontianak, begitu juga di beberapa daerah lain di Riau. Saya melihat warga mengalami sesak napas, kami mendoakan supaya bisa segera turun hujan. Sebagai masyarakat yang beragama penting untuk mendoakan," kata mantan aktivis itu.

"Kalau hujan turun, yang mudah-mudahan terjadi sebentar lagi, maka udaranya akan kembali normal," imbuhnya.

3. BMKG memperkirakan musim hujan baru turun pada November 2026

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 datang bertahap. Selain itu, hujan jatuh lebih lambat dari biasanya di sebagian besar wilayah. Penyebabnya, kata BMKG, tidak tunggal. Salah satunya lantaran letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, di antara dua benua dan dua samudra. Alhasil, setiap daerah punya pola hujannya sendiri. Ada pula angin monsun serta fenomena global seperti El Nino dan La Nina ikut menentukan kapan hujan tiba dan seberapa deras turunnya.

Di dalam siaran persnya pada 22 September 2026, BMKG memperkirakan musim hujan 2026/2027 mulai November 2026 di 185 zona musim (ZOM) yang mencakup 24,66 persen daratan Indonesia. ZOM adalah pembagian wilayah berdasarkan pola hujannya. Gelombang berikutnya disusul Desember 2026 di 266 ZOM dengan cakupan 17,31 persen daratan, dan prosesnya bergerak bertahap dari Sumatra bagian utara ke wilayah lain.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, awal musim hujan mundur di 529 ZOM atau 61,08 persen luas wilayah. Hanya 26 ZOM (2,15 persen) yang dimulai pada waktu normal, sedangkan 11 ZOM (1,12 persen) justru lebih maju. Artinya, tahun ini sebagian besar daerah harus menunggu lebih lama.

Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. BMKG juga memperkirakan musim hujan berlangsung lebih pendek dari normal di 482 ZOM (51,90 persen luas daratan), sementara sifat hujannya berada pada kategori normal di 510 ZOM (69,76 persen).

Curated For You

Editorial Team

Related Article