Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan intensif, operasi darat dan udara, serta verifikasi langsung terhadap indikasi titik panas (hotspot) di lapangan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas pada pemantauan terbaru.
Kemenhut Perketat Pengawasan Karhutla, Hotspot Kalteng Capai 122 Titik

Kementerian Kehutanan mendeteksi 437 hotspot berkepercayaan tinggi secara nasional, naik 50 titik; Kalimantan Tengah tertinggi di enam provinsi prioritas dengan 122 titik.
Pengendalian karhutla dilakukan lewat verifikasi lapangan, operasi darat dan udara, serta 61 armada untuk patroli, modifikasi cuaca, dan water bombing, dengan perhatian khusus pada gambut.
Pemerintah memperkuat pemantauan PM2,5 dan menangani 272 satwa liar terdampak di Kalimantan melalui evakuasi, rehabilitasi, translokasi, atau penggiringan ke habitat aman.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Jumat (9/10) pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 437 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Jumlah tersebut meningkat 50 titik dibandingkan Kamis (8/10) yang mencatat 387 hotspot.
1. Sebanyak 270 hotspot terdeteksi di enam provinsi prioritas

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan terbaru. Perhatian terutama diarahkan ke Kalimantan Tengah yang mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. (Dok. Kemenhut) Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:
• Kalimantan Tengah: 122 titik, meningkat dari 86 titik;
• Sumatera Selatan: 107 titik, turun dari 130 titik;
• Jambi: 15 titik, meningkat dari 3 titik;
• Kalimantan Barat: 13 titik, meningkat tipis dari 12 titik;
• Kalimantan Selatan: 13 titik, turun dari 37 titik; dan
• Riau: nihil, tetap nihil.
Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 270 hotspot high confidence, relatif stabil dibandingkan 268 titik sehari sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsentrasi hotspot antarwilayah. Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dan kini mencatat jumlah tertinggi di antara enam provinsi prioritas, sedangkan Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan menunjukkan penurunan.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual serta menentukan tindakan penanganan yang diperlukan.
Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terkait. Pemerintah tetap menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
Operasi udara berjalan bersama penanganan darat melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan. Perhatian khusus tetap diberikan pada kawasan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat. Karena itu, proses pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.
2. Pemantauan PM2,5 diperkuat untuk melindungi kesehatan masyarakat

Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional menunjukkan penurunan pada pemantauan terbaru. Meski demikian, Kementerian Kehutanan tetap mempertahankan kesiapsiagaan serta operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi. (Dok. Kemenhut) Pemerintah terus memantau kondisi udara berbasis konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Pantauan terkini menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang, namun masih terdapat wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama pada sejumlah bagian Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Pada beberapa lokasi di Kalimantan dan Papua juga masih terlihat kantong dengan kategori berbahaya, sehingga pemantauan kualitas udara dan perkembangan asap terus dilakukan. Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, arah dan kecepatan angin, serta dinamika atmosfer lainnya.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan maupun penyakit kronis.
3. Kemenhut tangani 272 satwa liar terdampak karhutla di Kalimantan

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dinamika hotspot di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (26/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 331 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 213 titik. (Dok. Kemenhut) Selain melindungi masyarakat dan kawasan hutan, Kementerian Kehutanan terus melakukan penyelamatan serta penanganan satwa liar yang terdampak kebakaran maupun gangguan habitat di Kalimantan.Berdasarkan rekap terakhir, sedikitnya 272 individu satwa di Kalimantan telah mendapatkan penanganan melalui kegiatan rescue atau evakuasi, translokasi, rehabilitasi, hingga penggiringan menuju habitat yang lebih aman sesuai kondisi di lapangan. Penanganan tersebut tercatat di Kalimantan Selatan sebanyak 105 individu, Kalimantan Barat 71 individu, Kalimantan Tengah 48 individu, dan Kalimantan Timur 48 individu.
Setiap laporan mengenai satwa terdampak ditindaklanjuti melalui verifikasi dan asesmen lapangan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan petugas terkait. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan apakah satwa perlu dievakuasi, dirawat, direhabilitasi, ditranslokasikan, atau dikembalikan menuju habitat yang aman.
Masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak kebakaran, terluka, terjebak, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri. Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat menyebabkan satwa stres atau agresif, catat lokasi serta kondisi satwa apabila memungkinkan, dan segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.
Kementerian Kehutanan kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Perubahan hotspot dari hari ke hari menunjukkan bahwa kondisi karhutla bersifat dinamis. Penurunan di satu wilayah dapat terjadi bersamaan dengan peningkatan di wilayah lain. Karena itu, deteksi dini, verifikasi lapangan, kesiapsiagaan petugas, serta pelaporan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari upaya pengendalian. (WEB)























