Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, memastikan tidak ada penambahan pasukan usai terjadi kericuhan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu (15/7/2026). Dia mengatakan, personel TNI hanya mendukung tugas personel kepolisian.
"Gak perlu (ada penambahan pasukan). Tadi pagi saya tanyakan ke Pak Pangdam (Iskandar Muda), katanya tidak perlu. Jadi, kami tetap mendukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah. Sekali lagi, gak, gak ada penambahan (pasukan)," kata Maruli di Istana Kepresidenan usai mengikuti upacara pengibaran bendera di HUT ke-81 RI, Jakarta Pusat pada Senin (17/8/2026).
Menurut Maruli, kericuhan yang terjadi di Aceh merupakan bagian dari ekspresi anak muda saja. Padahal, kericuhan itu bermula karena sejumlah elemen masyarakat yang hendak memasang bendera bulan bintang pada salah satu tiang di Masjid Baiturrahman. Hal itu memicu bentrokan lantaran aksi pemasangan bendera bulan bintang tersebut dilarang oleh personel TNI.
"Gak ada masalah, karena kan mereka anak muda saja," kata mantan Pangkostrad itu.
Akibat kericuhan di halaman Masjid Baiturrahman, satu unit motor milik personel TNI dibakar oleh massa. Kemudian, satu warga sipil dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala.
