Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ricuh di Area Masjid Baiturrahman Aceh, KSAD Pastikan Tak Tambah Pengamanan
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak usai mengikuti upacara pengibaran bendera di HUT ke-81 RI. (Dokumentasi Istimewa)
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan TNI tidak menambah pasukan ke Aceh setelah kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
  • TNI tetap mendukung kepolisian dalam pengamanan wilayah; Maruli menyebut Pangdam Iskandar Muda menilai penambahan personel tidak diperlukan.
  • Kericuhan bermula dari upaya pemasangan bendera bulan bintang yang dilarang TNI, memicu bentrokan, pembakaran motor TNI, dan melukai seorang warga sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (15/7/2026)

Kericuhan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat sejumlah elemen masyarakat berupaya memasang bendera bulan bintang. Aksi yang dilarang personel TNI itu memicu bentrokan; sebuah motor TNI dibakar dan seorang warga sipil terluka di kepala.

Senin (17/8/2026)

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan tidak ada penambahan pasukan ke Aceh. TNI tetap mendukung kepolisian dalam mengamankan wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kericuhan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman setelah sejumlah elemen masyarakat berupaya memasang bendera bulan bintang dan dilarang personel TNI. Satu sepeda motor personel TNI dibakar massa.
  • Who?
    Sejumlah elemen masyarakat, personel TNI, kepolisian, seorang warga sipil yang terluka, serta KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak terlibat dalam penanganan dan pernyataan terkait kejadian.
  • Where?
    Kericuhan berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pernyataan KSAD mengenai pengamanan disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kericuhan terjadi pada Sabtu, 15 Juli 2026. KSAD menyampaikan tidak ada penambahan pasukan pada Senin, 17 Agustus 2026, setelah upacara HUT ke-81 RI.
  • Why?
    Bentrokan dipicu upaya pemasangan bendera bulan bintang pada salah satu tiang di Masjid Baiturrahman, yang dilarang oleh personel TNI.
  • How?
    Massa dan personel TNI terlibat kericuhan; satu motor TNI dibakar dan seorang warga mengalami luka kepala hingga dibawa ke rumah sakit. TNI tetap mendukung kepolisian mengamankan wilayah tanpa tambahan pasukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Terjadi ribut di halaman Masjid Baiturrahman di Banda Aceh. Beberapa orang ingin memasang bendera bulan bintang, tapi TNI melarangnya. Lalu ada motor TNI dibakar dan satu warga luka di kepala lalu dibawa ke rumah sakit. Jenderal Maruli bilang tidak ada tambahan pasukan. TNI tetap membantu polisi menjaga wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan untuk tidak menambah pasukan menunjukkan penanganan keamanan tetap mengedepankan penilaian situasi di lapangan dan koordinasi dengan aparat setempat. TNI memilih mendukung tugas kepolisian tanpa memperluas pengerahan personel, sementara KSAD memandang insiden tersebut sebagai ekspresi anak muda, sebuah pendekatan yang berpotensi menjaga respons tetap terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, memastikan tidak ada penambahan pasukan usai terjadi kericuhan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu (15/7/2026). Dia mengatakan, personel TNI hanya mendukung tugas personel kepolisian.

"Gak perlu (ada penambahan pasukan). Tadi pagi saya tanyakan ke Pak Pangdam (Iskandar Muda), katanya tidak perlu. Jadi, kami tetap mendukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah. Sekali lagi, gak, gak ada penambahan (pasukan)," kata Maruli di Istana Kepresidenan usai mengikuti upacara pengibaran bendera di HUT ke-81 RI, Jakarta Pusat pada Senin (17/8/2026).

Menurut Maruli, kericuhan yang terjadi di Aceh merupakan bagian dari ekspresi anak muda saja. Padahal, kericuhan itu bermula karena sejumlah elemen masyarakat yang hendak memasang bendera bulan bintang pada salah satu tiang di Masjid Baiturrahman. Hal itu memicu bentrokan lantaran aksi pemasangan bendera bulan bintang tersebut dilarang oleh personel TNI.

"Gak ada masalah, karena kan mereka anak muda saja," kata mantan Pangkostrad itu.

Akibat kericuhan di halaman Masjid Baiturrahman, satu unit motor milik personel TNI dibakar oleh massa. Kemudian, satu warga sipil dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala.

Curated For You

Editorial Team

Related Article