Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa NTT, Kemenkes Kerahkan 2 Rumah Sakit Lapangan Bantu Korban Gempa

Gempa NTT, Kemenkes Kerahkan 2 Rumah Sakit Lapangan Bantu Korban Gempa
Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)
  • Kemenkes mengerahkan dua rumah sakit lapangan ke Manggarai dan Nagakeo untuk merawat 213 warga terluka akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT.
  • Dua tim manajemen krisis kesehatan ditempatkan di Sikka dan Ende, sementara tim darurat juga dikirim ke Ende, Manggarai Barat, Manikeo, dan Sikka.
  • BNPB mencatat 68 korban meninggal hingga Senin sore, tanpa laporan orang hilang; pusat manajemen krisis kesehatan diaktifkan di sembilan lokasi strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sudah ada dua unit rumah sakit lapangan yang dikirim ke dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu ke Manggarai dan Nagakeo. Keberadaan dua unit rumah sakit lapangan itu sangat membantu untuk mengobati warga yang mengalami luka. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh BNPB pada hari ini, 213 jiwa mengalami luka-luka.

"Diharapkan rumah sakit ini dapat melayani warga kita yang menjadi korban akibat gempa bumi dan harus dievakuasi," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Panjaitan di dalam pemberian keterangan pers secara virtual pada Senin (17/8/2026).

Apalagi, kata Berton, banyak rumah sakit dan puskesmas yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghantam NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Selain rumah sakit lapangan, Kemenkes juga mengirimkan dua tim manajemen krisis kesehatan.

"Satu tim ditempatkan di Kabupaten Sikka dan satu tim lagi di Kabupaten Ende untuk mengawal koordinasi lapangan di mana sektor kesehatan menjadi fokus penting untuk diatasi secara maksimal," tutur dia.

Ada pula dua tim untuk keadaan darurat yang dikirimkan ke wilayah Ende, Manggarai Barat dan Manikeo. Sedangkan, tim kedua untuk penanganan kondisi darurat difouskan ke Kabupaten Sikka.

Berton juga menyebut pusat manajemen krisis operasi kesehatan sudah diaktifkan oleh Kemenkes di sembilan lokasi strategis. "Dan ada di 8 titik tingkat kabupaten atau kota yang saat ini terdampak," tutur dia.

Selain korban luka, BNPB juga memperbarui data mengenai jumlah korban meninggal. Hingga Senin sore, jumlah korban meninggal mencapai 68 jiwa. Angka ini diharapkan BNPB tidak bertambah. Apalagi berdasarkan laporan hari ini, sudah tidak ada lagi aduan orang yang hilang.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More