Comscore Tracker

Ketua Komisi X DPR: Anak Lebih Rindu PTM, Belum Perlu ke Mal

Syaiful sebut Indonesia darurat pendidikan

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi X DPR Fraksi PKB, Syaiful Huda, menyebut anak-anak lebih ingin ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM) ketimbang pergi ke mal.

Pemerintah mengizinkan anak di bawah 12 tahun masuk ke mal atau pusat perbelanjaan, setelah aturan Pemberlakuan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dilonggarkan.  

"Setahuku anak-anak rindu sekolah, tidak rindu mal. Karena itu, di mata saya ya, yang membidangi pendidikan, rasanya belum perlu anak-anak kita untuk diberi akses, diberi kesempatan untuk ke mal," ujar Syaiful di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Jokowi: Vaksin untuk Pelajar Segera Diselesaikan Agar PTM Aman

1. Politisi PKB sebut Indonesia darurat pendidikan

Ketua Komisi X DPR: Anak Lebih Rindu PTM, Belum Perlu ke MalIlustrasi sekolah tatap muka di tengah pandemi COVID-19 (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Syaiful yakin 99 persen anak Indonesia ingin kembali ke sekolah untuk belajar. Dari hasil evaluasi Komisi X DPR dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), kata dia, banyak sekolah yang belum berani menggelar PTM.

Padahal, kata Syaiful, Indonesia sedang darurat pendidikan akibat pandemik COVID-19.

"Tapi yang jelas dari sisi kami, dari sisi pendidikan, setelah 1,5 tahun anak-anak gak keluar dan hari ini kita sedang menghadapi darurat pendidikan, saya kira jangan sampai opsi balik diperbolehkan ke mal malah menjadikan anak-anak malas ke sekolah," katanya.

2. Syaiful beberkan empat alasan mengapa PTM harus dilaksanakan

Ketua Komisi X DPR: Anak Lebih Rindu PTM, Belum Perlu ke MalIlustrasi siswa sekolah dasar belajar online (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan ada empat alasan mengapa anak-anak harus kembali ke sekolah untuk PTM. Pertama, anak-anak mulai stres karena banyak melakukan pembelajaran via daring.

"Yang kedua, anak-anak sudah banyak yang berubah profesi menjadi tenaga serabutan membantu orang tuanya, karena ekonomi yang semakin menurun karena pandemik," ucapnya.

Alasan ketiga, kata Syaiful, PTM penting dilakukan karena banyak anak-anak yang perilakunya berubah menjadi menyimpang.

"Jadi hasil survei menyebutkan, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menyampaikan dari 20 anak, ada 1-2 anak yang berperilaku menyimpang dengan teman sebayanya. Karena itu, ada istilah perkawinan dini lagi banyak. Di mana-mana dan itu bisa ditanyai kalau kita ke lapangan itu, satu sekolah itu kadang ada yang perkawinan dini 3-4 orang, setiap sekolah rata-rata, ada suasana semacam itu," ungkapnya.

Keempat, sambung Syaiful, orang tua anak ingin PTM kembali digelar.

3. Pemerintah izinkan anak di bawah 12 tahun masuk mal

Ketua Komisi X DPR: Anak Lebih Rindu PTM, Belum Perlu ke MalIlustrasi Mal di Jakarta (IDN Times/Anata)

Sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga 4 Oktober 2021. Dalam perpanjangan PPKM selama dua minggu ke depan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada beberapa pelonggaran aturan yang dilakukan pemerintah. Salah satunya memperbolehkan anak-anak usia di bawah 12 tahun ke pusat perbelanjaan atau mal.

"Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua yang akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY dan Surabaya," kata Luhut yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).

Selain itu, pemerintah juga mulai membuka bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen di kota-kota yang masuk PPKM level 3 dan 2. "Namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kategori kuning dan hijau dapat memasuki area bioskop," tutur Luhut.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Ingatkan Orang Tua Jaga Anak saat ke Mal, Cegah COVID!

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya