Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sah! MBG Cuma Disalurkan 5 Hari untuk Anak Sekolah
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Kepala BGN Dadan Hindayana usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Pemerintah memutuskan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah hanya lima hari seminggu, tidak lagi mencakup hari libur.
  • Wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi tetap bisa menerima MBG hingga enam hari, menyesuaikan kebutuhan lokal.
  • Pemangkasan durasi penyaluran MBG diperkirakan menghemat anggaran sekitar Rp20 triliun dari total APBN 2026 sebesar Rp268 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

Zulkifli Hasan mengumumkan hasil rakortas di Kemenko Pangan bahwa penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dipangkas dari enam hari menjadi lima hari dan hanya dilakukan pada hari sekolah.

Tahun 2026

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyebut pemangkasan durasi penyaluran MBG akan menghemat anggaran sekitar Rp20 triliun dari total APBN 2026 sebesar Rp268 triliun.

April 2026

Dadan menjelaskan perhitungan penghematan dimulai sejak April karena tiga bulan pertama tahun sudah berjalan dengan skema lama.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah memutuskan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dilakukan selama lima hari dalam seminggu, menggantikan kebijakan sebelumnya yang berlangsung enam hari.
  • Who?
    Keputusan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana setelah rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan.
  • Where?
    Kebijakan diumumkan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dan berlaku bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dengan pengecualian wilayah 3T serta sekolah berasrama.
  • When?
    Pengumuman dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, dan perubahan penyaluran mulai diterapkan sejak bulan April tahun yang sama.
  • Why?
    Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program karena penyaluran pada hari libur dinilai kurang efisien serta untuk menghemat anggaran sekitar Rp20 triliun per tahun.
  • How?
    Penyaluran MBG kini hanya diberikan pada hari sekolah. Wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi dapat tetap menerima enam hari, sementara sekolah berasrama menyesuaikan antara lima atau enam hari sesuai kebutuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang anak sekolah cuma dapat makan gratis lima hari, tidak enam hari lagi. Pak Zul bilang hari libur tidak dikasih karena kurang bagus. Tapi kalau di tempat jauh dan susah, bisa tetap enam hari. Di pesantren juga bisa beda, lima atau enam hari. Katanya uangnya jadi lebih hemat banyak sekali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemangkasan penyaluran program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari sekolah menunjukkan langkah pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan penggunaan anggaran. Kebijakan ini tetap mempertimbangkan kebutuhan daerah 3T serta sekolah berasrama dengan fleksibilitas tambahan, sambil menghasilkan penghematan sekitar Rp20 triliun yang mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan dana publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memangkas penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dari enam hari menjadi lima hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan penyaluran MBG bagi siswa tak lagi disalurkan saat hari libur.

“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin kan enam hari, hari libur dikasih juga, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan, MBG itu hari sekolah,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Namun, ada pengecualian untuk penyaluran MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), di mana penyaluran bisa tetap dilaksanakan selama enam hari.

“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stuntingnya, tentu ada penanganan khusus. Selain 5 hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari,” ujar Zulhas.

Adapun penyaluran MBG untuk sekolah berbasis asrama atau pondok bisa disesuaikan, yakni 5 hari atau 6 hari.

“Pondok, tergantung pondok juga, ada yang 5 hari, ada yang 6 hari,” ucap Zulhas.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan dengan pemangkasan itu, maka ada penghematan anggaran MBG sekitar Rp20 triliun tahun ini. Sebelumnya, anggaran MBG dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun.

“Ya kita prediksi kurang lebih Rp20 triliun per tahun, dihitung dari April. Kan yang 3 bulan sudah jalan,” tutur Dadan.

Editorial Team