Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Siswa Dipaksa Ambil MBG di Sekolah saat Sekolah Daring

CEK FAKTA: Siswa Dipaksa Ambil MBG di Sekolah saat Sekolah Daring
SPPG UNISA Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
  • Wakil Kepala BGN menegaskan kabar siswa dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pembelajaran daring adalah hoaks dan belum ada kebijakan resmi terkait hal itu.
  • Pelaksanaan program MBG masih mengikuti mekanisme tatap muka di sekolah, dan masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi sumber resminya.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring, menepis isu pembelajaran daring akibat kebijakan penghematan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sejumlah narasi yang menyebutkan bahwa pembelajaran daring diterapkan untuk hemat BBM. Namun, siswa dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Pantauan IDN Times, sejumlah akun mengunggah narasi yang hampir sama di media sosial TikTok dengan menyebut MBG tetap jalan meski pemerintah terapkan pembelajaran daring atau Work From Anywhere beredar.

"Pengumuman: pemerintah siapkan WFA dan sekolah online mulai April 2026 untuk hemat BBM 17.000. BBM MBG 38. Kecuali MBG tetap berjalan. Jemput ke sekolah masing-masing," tulis salah satu akun.

Lalu benarkah siswa dipaksa ambil MBG di sekolah karena pembelajaran daring?

1. BGN pastikan narasi hoaks

Ilustrasi hoaks
Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya menyebut narasi bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran daring dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil MBG dipastikan tidak benar alias hoaks.

Hingga saat ini, kata Sony, BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh atau daring.

"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," katanya, Minggu (29/3/2026).

2. Mekanisme MBG masih mengacu pembelajaran tatap muka

Karyawan SPPG di Sukoharjo
Erna Pujiastuti, Karyawan SPPG di Sukoharjo/ Dok Bakom

Dia menambahkan, pelaksanaan Program MBG sejauh ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.

Sony juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial.

"Setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel," tegasnya.

3. Narasi yang tersebar hoaks

Narasi beredar sebut pembelajaran daring namun MBG diambil di sekolah
Narasi beredar sebut pembelajaran daring namun MBG diambil di sekolah/ Tiktok @ame**

BGN, lanjutnya, berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.

"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," katanya.

Terkait info pembelajaran daring, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan tak ada pembelajaran daring atau jarak jauh akibat kebijakan penghematan energi.

Wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang sempat menjadi simpang siur akibat adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi merespons penghematan energi yang muncul imbas perang di Timur Tengah. Meski begitu, Mu'ti menegaskan jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring.

"Sekolah masuk sebagaimana biasa. Tidak ada pembelajaran daring," kata Mu'ti kepada IDN Times, Rabu (25/3/2026).

Kesimpulan: Jadi narasi siswa dipaksa ambil MBG saat pembelajaran daring adalah hoaks.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More