Comscore Tracker

Gak Cuma UI, Rektor Kampus Ini Juga Rangkap Jabatan Komisaris

Akademisi rentan diintervensi pemerintah dan tak independen

Jakarta, IDN Times - Rupanya tak hanya Universitas Indonesia (UI) yang memiliki pemimpin yang rangkap jabatan, duduk menjadi komisaris di perusahaan milik negara, swasta, atau Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). Sejumlah kampus negeri lainnya ternyata juga mengalami realita yang sama. 

Padahal, dalam pandangan pengamat hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera, Bivitri Susanti, dengan menerima posisi sebagai komisaris maka independensinya sebagai akademisi rentan disusupi.

"Pemerintah sekarang kan sengaja juga memberi jabatan sebagai hadiah. Hadiah supaya bungkam," kata Bivitri melalui pesan pendek kepada IDN Times pada 28 Juni 2021. 

Sorotan rangkap jabatan terhadap rektor perguruan tinggi negeri lainnya bermula dari peristiwa serupa yang sudah terjadi di UI. Ketika diangkat sebagai rektor pada 2019, Ari Kuncoro sudah menjabat Komisaris Utama BNI. Tetapi kemudian, ia berhenti dan diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen BRI. 

Ari bungkam mengenai pelanggaran yang ia lakukan terhadap statuta UI yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013. Tetapi, usai menjadi bulan-bulanan warganet, pada Kamis (22/7/2021), Ari memutuskan mundur dari kursi komisaris BRI. 

Kampus mana lagi yang rektornya juga rangkap jabatan sebagai komisaris selain rektor UI? Berikut daftarnya.

1. Rektor Unhas Dwia Aries Tina jabat komisaris di PT Vale Indonesia

Gak Cuma UI, Rektor Kampus Ini Juga Rangkap Jabatan KomisarisRektor Universitas Hasanuddin, Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu,M.A dalam Ngobrol Seru New Normal or The Great Reset: Life After Pandemic COVID-19 (Tangkap Layar YouTube IDN Times)
Gak Cuma UI, Rektor Kampus Ini Juga Rangkap Jabatan KomisarisRektor Unhas yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Vale Indonesia (www.vale.com/indonesia)

Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu termasuk salah satu pemimpin kampus yang ikut disorot ketika kasus rangkap jabatan di UI mencuat. Akademisi di bidang sosiologi itu diketahui juga menjabat sebagai komisaris di PT Vale Indonesia.

Perusahaan yang bermarkas di Brasil itu merupakan perusahaan pengolahan tambang dan nikel. Di Indonesia, mereka tercatat beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Di situs resmi PT Vale Indnesia, Dwia ditulis sebagai sosiolog yang memiliki kemampuan mumpuni, penelitian dalam penyelesaian konflik dan pembangunan masyarakat. Ia duduk sebagai komisaris independen PT Vale Indonesia. 

Ia ditunjuk sebagai rektor Unhas pada 28 April 2014, dan sampai saat ini masih aktif di posisinya. Perjalanannya sebagai rektor yang memiliki rangkap jabatan pun tak luput dari kritikan mahasiswa. 

Protes juga baru-baru ini dilakukan oleh mahasiswa dan direkam Aliansi Mahasiswa Unhas. Cuplikan videonya kemudian diunggah di media sosial pada 19 Juli 2021. Dalam video itu tampak spanduk yang bertuliskan "Rektor Balala (Rektor Serakah)". Ada pula spanduk lain yang dibawa sejumlah mahasiswa dalam aksi demonstrasi mereka. 

Dalam video tersebut juga merekam respons Dwia Aries yang tak terima disebut sebagai rektor yang 'serakah'. Ia kemudian memilih menolak diskusi terkait rangkap jabatannya, karena aksi mahasiswa yang dinilai tidak sopan tersebut.

Baca Juga: Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEM

2. Rektor Ridwan Nurazi di Universitas Bengkulu menjabat komisaris di Bank Bengkulu

Gak Cuma UI, Rektor Kampus Ini Juga Rangkap Jabatan KomisarisRektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi yang juga rangkap jabatan (ANTARA FOTO)

Rektor kampus lain yang juga merangkap jabatan adalah Ridwan Nurazi yang kini memimpin Universitas Bengkulu. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama di Bank Bengkulu. 

Ridwan dilantik sebagai komisaris oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada 2019. Dalam sambutannya, Rohidin pernah mengatakan agar Ridwan bisa mengoptimalkan market share dan juga sebagai fungsi pengawasannya di Bank Bengkulu. Ia berharap dengan masuknya mantan Dekan Fakultas Ekonomi itu, bank daerah tersebut bisa semakin maju.

Ketika disinggung perihal rangkap jabatannya, Ridwan berdalih telah meminta izin ke Kemenristekdikti. Ridwan mengklaim Kemenristekdikti mengizinkannya untuk menjadi komisaris utama Bank Bengkulu, dengan syarat tidak meninggalkan tugas sebagai rektor.

3. Rektor UIII Komaruddin Hidayat jabat komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI)

Gak Cuma UI, Rektor Kampus Ini Juga Rangkap Jabatan KomisarisRektor UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat (ANTARA)

Pemimpin kampus lainnya yang juga menjadi sorotan adalah Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Komaruddin Hidayat. UIII merupakan kampus baru yang sedang dibangun di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. 

Kampus tersebut dibangun di area seluas 142,5 hektare dan menelan biaya Rp1,2 triliun. Dalam pidatonya, Presiden Joko "Jokowi" Widodo menargetkan kampus itu ditargetkan rampung pada Juni 2021. Tetapi, menurut Komaruddin, hingga kini pembangunannya belum selesai. 

Komaruddin tak menampik, ia telah rangkap jabatan. Namun, ia berdalih sudah ditunjuk sebagai komisaris BSI sebelum UIII beroperasi. 

Kepada IDN Times, Komaruddin tak ingin mengomentari soal riuhnya pemberitaan mengenai rangkap jabatannya. Tetapi, pada awal Juli lalu, ia sempat mengatakan ke media bahwa jabatannya sebagai komisaris tidak akan mengganggu kegiatan di kampus. 

"Menurut rencana UIII, ini baru selesai pembangunan serta konsolidasi pada 2024," kata Komaruddin, saat itu. 

Sedangkan, posisinya sebagai komisaris akan berakhir pada 2024. Komaruddin mengklaim telah meminta izin kepada Sekretariat Wakil Presiden dan Ketua Wali Amanat UIII saat ingin menjabat sebagai komisaris di BSI. 

Baca Juga: Statuta UI Direvisi, Kini Rektor Tak Lagi Dilarang Jabat Komisaris 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya