Comscore Tracker

Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEM

Saat ini Ari masih menjabat wakil komut di BRI

Jakarta, IDN Times - Ketika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia disorot karena menyematkan gelar The King of Lip Service untuk Presiden Joko "Jokowi" Widodo, pandangan juga diarahkan kepada rektornya, Ari Kuncoro. Rektorat ikut disorot lantaran sehari setelah meme Jokowi viral di media sosial, mereka meminta klarifikasi kepada BEM dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). 

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengatakan pertemuan itu digelar pada Minggu, 27 Juni 2021 lalu. Pertemuan tersebut disampaikan melalui surat yang dibuat hari Minggu kemarin dan diteken oleh Direktur Kemahasiswaan, Tito Latif Indra. 

Pertemuan untuk klarifikasi itu kemudian jadi tanda tanya sejumlah masyarakat sipil terkait dengan motifnya. Banyak yang menduga pertemuan yang sifatnya disebut darurat itu merupakan instruksi dari Rektor Ari. 

Ari terpilih menjadi rektor UI sejak 25 September 2019 lalu, setelah menang dalam voting suara di Makara Art Centre Depok. Ketika itu, Ari memperoleh 17 suara, sedangkan kandidat lainnya Abdul Haris memperoleh 6 suara dan Budi Wiweko tak memperoleh suara sama sekali. 

Namun, yang juga menjadi sorotan, Ari ternyata sudah menjabat sebagai Komisaris Bank Negara Indonesia (BNI) ketika terpilih. Apakah hal tersebut dibolehkan sesuai aturan yang ada?

1. Sebelum jadi rektor, Ari Kuncoro adalah Guru Besar di bidang ilmu ekonomi

Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEMRektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro (www.feb.ac.id)

Mengutip situs resmi UI, sebelum terpilih menjadi rektor, Ari merupakan guru besar di bidang ilmu ekonomi di FEB UI dengan google h-index 14. Berdasarkan data RePEC untuk sitasi karya ilmiah, Ari diklaim berada di peringkat pertama. 

Ia lahir pada tahun 1962. Ia diketahui meraih gelar sarjana di FEB UI dengan konsentrasi ekonomi moneter. Lalu, ia meraih gelar master dari Univerity of Minessota. Sedangkan, gelar doktor diraih di bidang ilmu ekonomi dari Brown University. 

Ia memulai karier sebagai asisten peneliti. Ia terus berkarya di Fakultas Ekonomi hingga akhirnya menjadi Wakil Dekan FEB UI hingga menjadi Dekan FEB UI.

Baca Juga: UI: Unggahan BEM soal Meme Presiden Jokowi Melanggar Aturan

2. Ketika menjadi rektor, Ari Kuncoro berjanji untuk meningkatkan kualitas SDM UI hingga diakui dunia internasional

Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEMRektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro ketika tengah memberikan paparan di kampus UI (www.ui.ac.id)

Dalam pemilihan rektor UI periode 2019-2024, Ari mengusung visi “Menuju Universitas Indonesia yang inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat." Agar dapat mewujudkan mimpinya tersebut, Ari memiliki beberapa program yang salah satunya fokus ke team work. 

Pada 2019 lalu, ia mengatakan rupiah melemah dan ekspor menurun disebabkan SDM Indonesia yang tidak guyub secara internasional. Untuk menggenjot hal tersebut maka Ari membuat program yang ditujukan bagi mahasiswa yakni pendidikan yang berbasis kolaborasi.

“Selama ini  yang dihasilkan adalah individualis, dengan IPK tinggi, lalu kalau jadi team work payah,” kata dia. 

Ia menjelaskan kerja tim itu sangat penting agar dalam satu institusi tidak menjadi pintar seorang diri. Maka, ia merencanakan program yang mewajibkan mahasiswa untuk kerja berkelompok antara lain proyek dan paper kelompok. 

"Itulah program yang akan dicoba supaya SDM Universitas Indonesia dapat berperan untuk menjaga bangsa dan negara kita. Mungkin, saat ini masih banyak CEO yang berasal dari Universitas Indonesia, tetapi kita tidak tahu lima tahun ke depan,” tuturnya lagi. 

3. Ketika dipilih jadi rektor, Ari Kuncoro masih menjabat sebagai Komisaris BNI

Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEMRektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro (www.ui.ac.id)

Namun, lantaran menjadi sorotan, publik kini mempertanyakan rangkap jabatan yang dilakukan oleh Ari. Saat ia diangkat menjadi rektor, Ari sudah menjabat sebagai Komisaris Utama BNI. Tetapi, kemudian, ia berhenti dan diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen BRI. 

Hal itu sempat diberitakan oleh sejumlah media pada Februari 2020 lalu. Namun, menurut publik, rangkap jabatan itu dianggap menyalahi ketentuan yang ada yakni PP nomor 68 tahun 2013 mengenai statuta Universitas Indonesia. Di dalam pasal 35 jelas tertulis bahwa rektor dan wakil rektor dilarang merangkap sebagai pejabat pada badan usaha milik negara atau daerah maupun swasta. 

Menurut pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, bila melanggar PP tersebut memang tidak ada sanksi. 

"Tapi, seharusnya kan peraturan itu dijalankan saja sesuai dengan UU dan etika akademik tentunya," kata Bivitri kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Senin malam, 28 Juni 2021 lalu. 

4. Ari Kuncoro diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp52,4 miliar

Rekam Jejak Rektor UI Ari Kuncoro yang Ikut Disorot Gegara Polemik BEMRektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro ketika diangkat menjadi Wakil Komut BRI (www.instagram.com/@iluni.ui)

Sementara, berdasarkan penelusuran harta kekayaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ari diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp52,4 miliar. Harta kekayaan itu, ia laporkan saat menjabat sebagai rektor. 

Dari harta kekayaan tersebut, aset paling tinggi berada di kas dan non kas yang mencapai Rp30,3 miliar. Sedangkan, harta berupa tanah dan bangunan mencapai 10 buah yang tersebar di Depok serta Jakarta. Total aset itu mencapai Rp18,6 miliar. 

Sedangkan, untuk aset berupa kendaraan, Ari diketahui memiliki lima mobil, tiga di antaranya tergolong kendaraan mewah yakni Mercedes C 200, Mercedes E350 dan Toyota Alphard Velvire. Dua kendaraan lainnya adalah Honda Freed dan Toyota Innova. Total aset dalam bentuk kendaraan mencapai Rp3 miliar. 

Tetapi, Ari diketahui juga memiliki utang mencapai Rp2 miliar. 

Baca Juga: Meme Jokowi The King of Lip Service, Ketua BEM UI: Tidak Akan Dihapus

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya