Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satgas Klaim Ketahanan Pangan Pascabencana Aceh-Sumatra Makin Terjamin
Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) dikerahkan untuk membersihkan puing kayu bencana Sumatra. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
  • Satgas PRR melaporkan ketahanan pangan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar makin terjamin berkat revitalisasi lahan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor.
  • Dari total 42.702 hektare sawah rusak, sekitar 1.301 hektare telah pulih sepenuhnya dengan progres terbesar di Sumbar, disusul Sumut dan Aceh.
  • Tito Karnavian menegaskan pentingnya penataan ulang sertifikat tanah warga agar lahan produktif memiliki kepastian hukum serta bisa dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 April 2026

Satgas PRR melaporkan data terbaru bahwa upaya revitalisasi lahan sawah pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mulai menunjukkan hasil positif. Sebanyak 1.301 hektare sawah telah berhasil direhabilitasi dari total 42.702 hektare yang rusak.

15 April 2026

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya penyelesaian masalah legalitas pertanahan warga yang terdampak bencana. Ia meminta Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengurus ulang batas lahan dan sertifikat tanah yang hilang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan ketahanan pangan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui revitalisasi lahan pertanian yang rusak.
  • Who?
    Satuan Tugas PRR yang dipimpin oleh Muhammad Tito Karnavian bersama tim gabungan di lapangan serta dukungan Kementerian ATR/BPN dan pemerintah daerah setempat.
  • Where?
    Kegiatan pemulihan berlangsung di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan fokus pada area persawahan dan lokasi pembersihan material longsor.
  • When?
    Pembaruan data disampaikan per 13 April 2026, sementara keterangan resmi dari Ketua Satgas disampaikan pada Rabu, 15 April 2026.
  • Why?
    Upaya dilakukan untuk memulihkan produktivitas lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan longsor serta menjamin ketahanan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
  • How?
    Pemulihan dilakukan melalui rehabilitasi ribuan hektare sawah, pembersihan lumpur sisa bencana di ratusan titik, serta pengurusan ulang sertifikat tanah warga agar memiliki kepastian hukum atas lahan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak sawah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat rusak karena banjir dan longsor. Sekarang tim Satgas sudah memperbaiki sebagian sawah itu supaya bisa ditanam lagi. Lumpur yang menutup tanah juga sudah dibersihkan hampir semua. Pak Tito bilang sertifikat tanah orang-orang yang hilang harus dibuat lagi biar aman dipakai tanam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan arah yang menggembirakan dengan kembalinya ribuan hektare sawah menjadi produktif serta hampir rampungnya pembersihan material longsor. Upaya ini tidak hanya menandai percepatan rehabilitasi fisik, tetapi juga memperlihatkan perhatian terhadap kepastian hukum lahan warga agar hasil pemulihan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kabar melegakan datang dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR). Ketahanan daerah pascabencana Aceh-Sumatra diklaim semakin terjamin.

Sejumlah lahan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah direvitalisasi. Pulihnya sawah-sawah ini diharapkan mampu mengamankan pasokan dan ketahanan pangan daerah terdampak.

1. Ribuan hektare sawah kembali produktif

Kayu bernomor ditemukan di lokasi bencana Aceh (dok. IDN Times)

Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 13 April 2026, upaya revitalisasi lahan agar kembali produktif mulai menunjukkan hasil positif. Dari total 42.702 hektare sawah yang rusak parah di tiga provinsi, sebanyak 1.301 hektare di antaranya telah berhasil direhabilitasi total.

Sumbar mencatatkan progres paling impresif dengan 1.089 hektare sawah yang telah kembali produktif. Sumut 170 hektare, sementara di Aceh yang wilayahnya terdampak paling luas baru 42 hektare.

2. Pembersihan lumpur sisa bencana nyaris rampung

Wamen Komdigi Nezar Patria mengunjungi sejumlah Kabupaten di Wilayah Bencana Aceh pada Kamis (4/12/25). (Dok. Kementerian Komdigi)

Progres positif di sektor pertanian ini sejalan dengan gerak cepat tim di lapangan dalam membersihkan sisa-sisa lumpur material longsor. Di Sumbar, 29 lokasi yang menjadi target pembersihan telah berhasil diselesaikan hingga tuntas 100 persen.

Di Provinsi Aceh, dari total 519 lokasi yang dibidik, 480 titik di antaranya sudah bersih dari material bencana. Sementara, tim gabungan telah merampungkan 20 lokasi dari total 23 target yang ditetapkan di Sumut.

3. Sertifikat tanah warga juga harus diurus

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian. (Dok. Satgas PRR).

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan, pemulihan tidak boleh hanya berhenti pada aspek fisik lahan. DIa menuntut jajarannya untuk turut membereskan masalah legalitas pertanahan warga yang dokumennya raib ditelan bencana.

Tito mendesak Kementerian ATR/BPN agar proaktif bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengurus ulang batas lahan dan sertifikat tanah yang hilang.

"Langkah ini penting agar lahan yang kembali produktif memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujar Tito dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Editorial Team