Kolaborasi Lintas Negeri Pulihkan Ruang Belajar MIN 4 Aceh Tamiang

- Banjir besar di Aceh Tamiang merusak ratusan sekolah, termasuk MIN 4 yang terendam hingga atap dan sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar.
- Human Initiative, Pemkab Aceh Tamiang, dan Songs for Sumatra berkolaborasi memulai renovasi sekolah dengan dukungan dana dari diaspora dan berbagai donor internasional.
- Renovasi ditargetkan selesai dalam tiga bulan mencakup 13 ruang kelas serta fasilitas pendukung, sebagai langkah pemulihan pendidikan pascabanjir bagi siswa MIN 4 Aceh Tamiang.
Jakarta, IDN Times - Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu berdampak luas, termasuk pada sektor pendidikan. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat 439 bangunan sekolah mengalami kerusakan. Salah satu yang terdampak cukup berat adalah MIN 4 Aceh Tamiang di Kecamatan Rantau.
Kerusakan membuat proses belajar mengajar sempat terhenti. Air merendam bangunan sekolah hingga ke bagian atap, memaksa kegiatan belajar dipindahkan ke ruang darurat setelah proses pembersihan dilakukan.
Upaya pemulihan kini mulai berjalan. Human Initiative bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta perwakilan tim Songs for Sumatra memulai kick off renovasi sekolah pada Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal penataan kembali ruang belajar agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
1. Kolaborasi berbagai pihak

Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Songs for Sumatra menginisiasi penggalangan dana melalui konser di London. Dukungan juga datang dari diaspora Human Initiative di Eropa, Jepang, serta sejumlah donor lainnya.
“Solidaritas yang begitu besar muncul di semua lini, tidak pandang itu siapa mereka. Untuk itu kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk bersama-sama mengembalikan harapan dan ruang belajar yang layak bagi anak-anak di Aceh Tamiang,” ujar Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati.
2. Renovasi ditargetkan tiga bulan

Renovasi ditargetkan berlangsung selama tiga bulan, mencakup 13 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, mushola, UKS, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
"Kami harap program ini berjalan dengan lancar dan juga menjadi pendukung untuk pemulihan pendidikan yang lebih baik, aman, dan bermanfaat bagi peningkatan pendidikan dan masa depan generasi muda Aceh Tamiang,” ucap Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail.
3. Upaya pemulihan dari bencana

Sebelumnya, dukungan awal diberikan melalui pembersihan lingkungan sekolah dan penyediaan ruang belajar darurat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan kegiatan pendidikan pascabanjir.
Diketahui banjir bandang dahsyat meluluhlantakkan Aceh Tamiang pada Rabu, 26 November 2025. Bencana hidrometeorologi dipicu oleh curah hujan ekstrem selama berhari-hari yang menyebabkan Sungai Tamiang meluap dengan volume air terbesar dalam beberapa dekade terakhir dan menenggelamkan sejumlah wilayah.

















