Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum

2 min read
Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum
Ilustrasi Satpol PP DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta kasus pemukulan petugas Satpol PP saat penertiban di Bulungan diproses hukum, menegaskan pemerintah tidak boleh kalah dari premanisme.
  • Insiden bermula ketika Satpol PP dan Dishub menertibkan PKL serta parkir liar dengan mencabut pentil ban; provokasi kemudian memicu bentrokan dengan pekerja di lokasi.
  • Setelah Dishub mundur, sejumlah orang mengejar petugas dan memukul anggota Satpol PP dengan helm hingga mendapat enam jahitan, meski manajemen telah meminta maaf.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta kasus pemukulan terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, agar diproses hukum. Ia menyebut pemerintah tidak boleh kalah dengan tindakan premanisme terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas.

"Terhadap tindakan ini, tadi malam pun saya bilang bahwa kita gak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun," kata di SDN 05 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

  1. 1. Provokasi saat operasi cabut pentil

    Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum
    Dishub DKI tertibkan parkir liar di Senopati, Jaksel, Minggu (28/6/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Pramono mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di kawasan kolam renang Bulungan. Penertiban dilakukan Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub), termasuk dengan mencabut pentil ban kendaraan yang parkir sembarangan.

    "Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," ucapnya.

  2. 2. Satpol PP terkena pukulan

    Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum
    Ilustrasi Satpol PP DKI Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Namun, sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang menjadi korban pemukulan

    "Akhirnya Dishub-nya mundur ke ke luar, dan masih ada orang yang mengejar petugas. Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, dihantam pakai helm, dan apa eh Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan," katanya.

  3. 3. Pramono minta proses hukum

    Satpol PP Dipukul hingga 6 Jahitan, Pramono Minta Proses Hukum
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). (Dok. Pemprov DKI)

    Meski pihak manajemen telah menyampaikan permohonan maaf, Pramono meminta agar proses hukum terhadap kasus pemukulan tersebut tetap berjalan.

    Ia juga telah meminta Kepala Dinas Satpol PP mendengarkan terlebih dahulu penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi. Namun, langkah itu tidak berarti persoalan hukum dihentikan.

    "Tetapi sampai sekarang karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan," tegas Pramono.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More