Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satu Karyawan RSCM Jadi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Karyawan RSCM menjadi korban kecelakaan KRL-KA KAJJ (dok.Istimewa)
  • RSCM menyampaikan duka cita atas meninggalnya Faridah Utami, staf IGD RSCM, yang menjadi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi.
  • Tim DVI Polri mengonfirmasi identitas 10 korban tewas melalui pencocokan sidik jari serta pemeriksaan medis dan properti pribadi korban.
  • Proses rekonsiliasi identitas oleh tim gabungan Pusdokkes Polri, Inafis, dan FKG UI telah selesai, dan jenazah segera diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Terjadi kecelakaan antara kereta commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Karyawan RSCM bernama Faridah Utami menjadi salah satu korban meninggal dunia.

28 April 2026

RSCM menyampaikan duka cita atas meninggalnya Faridah Utami melalui pernyataan resmi. Tim DVI Polri merilis identitas 10 korban tewas, termasuk nama Faridah Utami, setelah proses identifikasi selesai dilakukan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan terjadi antara kereta commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa, termasuk seorang karyawan RSCM bernama Faridah Utami.
  • Who?
    Korban bernama Faridah Utami, S.ST, staf Instalasi Gawat Darurat RSCM. Identifikasi dilakukan oleh tim DVI Polri bersama Pusdokkes Polri, Inafis, dan FKG UI.
  • Where?
    Peristiwa tabrakan terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kecelakaan berlangsung pada Senin, 27 April 2026. Keterangan resmi dari RSCM disampaikan pada Selasa, 28 April 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan commuter line tersebut per saat ini masih belum diketahui dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
  • How?
    Identifikasi korban dilakukan dengan mencocokkan data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti pemeriksaan medis dan properti milik korban oleh tim gabungan DVI Polri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kereta tabrakan di Bekasi Timur. Dua kereta itu namanya Argo Bromo Anggrek dan commuter line. Banyak orang jadi korban, sepuluh orang meninggal. Salah satunya ibu Faridah yang kerja di rumah sakit RSCM. Polisi dan dokter sudah tahu siapa saja korbannya. Sekarang jenazah mau dikasih ke keluarganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah duka akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, terlihat kuatnya solidaritas dan profesionalisme berbagai pihak. RSCM menunjukkan empati mendalam terhadap karyawannya yang menjadi korban, sementara tim DVI Polri bersama Pusdokkes, Inafis, dan FKG UI bekerja cepat dan terkoordinasi hingga proses identifikasi serta penyerahan jenazah kepada keluarga dapat terlaksana dengan hormat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pihak Rumah Sakit Nasional dr. Cipto Mangunkusumo ikut merasakan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Pihak RSCM menyebutkan ada karyawan mereka yang juga menjadi korban.

“Seluruh Civitas Hospitalia RSCM turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Faridah Utami, S.ST pada hari Senin, 27 April 2026 yang merupakan korban kecelakaan KAJJ Argo Bromo Anggrek dan commuter line di Bekasi,” tulis RSCM dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

RSCM mengatakan, Faridah Utami adalah staf Instalasi Gawat Darurat RSCM. Doa terbaik diberikan RSCM untuk korban dan keluarga korban.

“Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin,” tulis RSCM.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri secara resmi merilis identitas 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengatakan, identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer berupa sidik jari serta data sekunder yang meliputi pemeriksaan medis dan properti milik korban. Nama Faridah Utami masuk dalam salah satu daftarnya.

Lebih lanjut, tim gabungan yang terdiri dari Pusdokkes Polri, Inafis, dan FKG UI menyatakan proses rekonsiliasi telah selesai dan jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga.

Editorial Team