Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kala Keluarga Korban KRL Tanpa Identitas Datangi Semua Rumah Sakit

Kala Keluarga Korban KRL Tanpa Identitas Datangi Semua Rumah Sakit
Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Keluarga korban kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi berbondong-bondong mendatangi berbagai rumah sakit untuk mencari anggota keluarga yang belum ditemukan.
  • Beberapa keluarga, seperti Joko dan Rajihun, terus menyisir rumah sakit di Bekasi setelah kehilangan kontak dengan kerabat mereka sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
  • Tim DVI Polri mengonfirmasi telah mengidentifikasi 10 jenazah korban melalui sidik jari, catatan medis, dan barang pribadi hasil pemeriksaan gabungan di RS Polri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Suasana di RSUD Kota Bekasi dipenuhi keluarga korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek, Selasa (28/4/2026). Mereka berkumpul di posko informasi untuk mencari kepastian anggota keluarga mereka yang belum diketahui keberadaannya.

Di depan bangsal perawatan, papan daftar nama korban menjadi pusat perhatian. Sejumlah keluarga tampak berdiri lama membaca satu per satu daftar nama yang terpampang di papan. Sebagian terlihat gelisah dan kebingungan, ketika nama yang dicari tidak ditemukan.

Salah satunya Joko. Ia tampak cemas saat memeriksa daftar korban dan langsung menghubungi keluarga lainnya, setelah nama keponakannya, Arinjani Novita Sari, 22 tahun, tidak tercantum dalam daftar korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi.

Dengan suara bergetar, Joko menceritakan komunikasi terakhir dengan keponakannya sebelum insiden kecelakaan maut kereta.

“Semalam masih WA, bilang sebentar lagi sampai. Tapi setelah kejadian, tidak bisa dihubungi. Barang-barangnya ditemukan di stasiun,” ujar Joko, sambil menunjukkan foto keponakannya.

Sejak pagi, Joko besama keluarga menyisir sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, mulai dari RSUD, RS Hermina, RS Siloam, hingga RS Primaya. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

Hal serupa juga dialami keluarga Tita Septia Wardani, 21 tahun. Kakeknya, Rajihun, mengungkap pesan singkat dari Tita menjadi komunikasi terakhir sebelum kecelakaan terjadi.

“Pesannya, 10 menit lagi sampai Cibitung. Tapi setelah itu tidak ada kabar lagi,” kata Rajihun.

Keluarga sempat menunggu di stasiun, namun yang datang justru kabar kereta yang ditumpangi Tita mengalami kecelakaan. Sejak saat itu, pencarian dilakukan ke sejumlah rumah sakit rujukan di Bekasi.

“Saya sudah ke beberapa rumah sakit, tapi belum ditemukan. Sekarang diarahkan ke Rumah Sakit Polri untuk korban tanpa identitas,” ujarnya.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan proses rekonsiliasi yang dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 14.00 WIB, menyimpulkan 10 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder meliputi catatan medis dan properti milik korban.

"Tim gabungan dari RS Polri, Bidokkes Polda Metro Jaya, Inafis, hingga tim forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP (tempat kejadian perkara)," ujar Prima, dalam konferensi pers di RS Polri, Selasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More