Sekjen Golkar Sebut WNA Jadi Dirut DSI Memutus Rantai Kongkalikong

- Penunjukan warga Australia Luke Thomas Mahony sebagai Dirut PT DSI dinilai langkah Presiden untuk memutus rantai kongkalikong dan memperkuat integritas pengelolaan sumber daya alam.
- Rosan Roeslani menyebut PT DSI akan segera berstatus BUMN yang mengelola ekspor komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan paduan besi dengan sistem pelaporan komprehensif.
- Airlangga Hartarto menargetkan mulai 1 September 2026, seluruh proses ekspor komoditas sumber daya alam strategis akan sepenuhnya dikelola oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komis VI DPR RI, Muhammad Sarmuji, menilai penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memutus rantai kongkalikong. Luke merupakan warga negara Australia.
Sekjen Partai Golkar itu meyakini, penunjukkan Luke Thomas kemungkinan jalur perkawanan akan lebih minim di lingkungan pemerintah Indonesia.
"Presiden mungkin bermaksud memutus rantai kongkalikong yang melibatkan perkawanan," kata Sarmuji kepada jurnalis, Jumat (22/5/2026).
1. Integritas jadi kunci untuk PT DSI

Menurut Sarmuji, kompetensi dan integritas menjadi syarat utama bagi pimpinan PT DSI, karena perusahaan tersebut akan mengelola penjualan sumber daya alam dalam skala besar. Ia berharap kepemimpinan baru di tubuh perusahaan itu dapat mencegah praktik penyelewengan yang selama ini merugikan negara.
“Kompetensi dan integritas adalah kunci, karena PT DSI akan mengelola penjualan sumber daya yang sangat besar,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.
2. Rosan sebut PT DSI akan jadi BUMN

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan nantinya DSI akan menjadi badan usaha milik negara (BUMN).
“Nah, kemudian memang ini tentunya akan dilakukan oleh BUMN, ini segera akan menjadi BUMN,” tutur Rosan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Presiden Prabowo Subianto menekankan badan ekspor adalah BUMN yang ditunjuk negara. Di tahap awal, komoditas yang dikelola ekspornya oleh DSI adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy). Selain itu, di tahap awal, pengelolaan yang dilakukan DSI sebatas pencatatan dokumen ekspor secara komprehensif.
“Kami menyampaikan bahwa semua transaksi yang berkaitan dengan ekspor sifatnya hanya pelaporan terlebih dahulu, pelaporan terlebih dahulu, Q-Q secara komprehensif kepada kami,” ucap Rosan.
3. Airlangga targetkan DSI kelola seluruh kegiatan ekspor pada September 2026

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah menargetkan PT DSI sudah bisa melaksanakan seluruh kegiatan ekspor komoditas SDA strategis mulai 1 September 2026.
“Artinya, seluruh proses transaksi ekspor, kontrak, pengiriman barang, sampai pembayaran dilakukan sepenuhnya oleh Danantara Sumberdaya Indonesia, dan ini ditekankan per 1 September 2026,” tutur Airlangga.



















