Jakarta, IDN Times – SETARA Institute bersama Sustainable-Inclusive Governance Initiative (SIGI) merilis outlook yang memproyeksikan 10 isu prioritas dalam pemajuan prinsip bisnis dan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada 2026.
Laporan itu menyoroti tantangan sekaligus peluang strategis dalam mendorong tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan HAM dalam aktivitas bisnis mereka.
“Proyeksi ini akan krusial dalam menyatukan norma-norma HAM ke dalam aktivitas bisnis melalui sosialisasi dan kolaborasi bermakna antara negara, entitas bisnis, dan masyarakat sipil,” kata Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan dikutip dari ANTARA, Jumat (13/02/2026).
Lebih lanjut, SETARA memandang tantangan utama pemajuan bisnis dan HAM di Indonesia masih bertumpu pada model perekonomian yang kental dengan corak ekstraktivisme. Model yang memusatkan pembangunan pada pemanfaatan sumber daya alam dan ruang hidup dalam skala besar dinilai berisiko tinggi menimbulkan pelanggaran HAM.
Sebagai informasi, berdasarkan data Komnas HAM tahun 2025, korporasi tercatat sebagai salah satu terlapor tertinggi dengan 452 kasus dugaan pelanggaran HAM.
