Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sjafrie Beri Penghargaan Medali Dharma Pertahanan ke Menhan Qatar
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memberikan penghargaan Dharma Pertahanan kepada Menhan Qatar. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
  • Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Medali Dharma Pertahanan kepada Menhan Qatar Sheikh Saoud sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Qatar di bidang pertahanan dan diplomasi.
  • Kedua menhan menandatangani statement of intent serta MoU industri pertahanan antara Barzan Holding Qatar dan Kemhan RI, sebagai langkah konkret menuju perjanjian kerja sama pertahanan yang lebih terstruktur.
  • Sebelum pertemuan di Kemhan, Menhan Saoud bertemu Presiden Prabowo untuk menyampaikan pesan Emir Qatar, menegaskan komitmen kedua negara memperkuat kerja sama politik, keamanan, perdagangan, dan budaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Sjafrie kasih medali ke Pak Saoud dari Qatar di kantor besar di Jakarta. Mereka tanda tangan surat supaya Indonesia dan Qatar bisa kerja sama buat pertahanan. Katanya biar dua negara makin akrab dan bisa bantu satu sama lain. Sekarang mereka masih lanjut bahas kerja bareng soal pertahanan darat dan laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan medali Dharma Pertahanan kepada Menhan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Saoud dianggap telah berkontribusi untuk memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia. Medali diberikan di penghujung pembicaraan bilateral di kantor Kemhan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan medali Dharma Pertahanan diberikan Kemhan kepada individu atau lembaga, sebagai bentuk apresiasi pemerintah Indonesia, khususnya Kemhan, atas kontribusi serta komitmen Qatar untuk memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia.

"Hal ini mencerminkan penghargaan atas peran Qatar sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah, baik dalam bidang pertahanan, diplomasi dan stabilitas perdamaian internasional," ungkap Rico, usai pertemuan kedua Menhan.

Rico mengatakan kedatangan Menhan Saoud ke Jakarta merupakan balasan atas kedatangan Sjafrie ke Qatar pada April 2025. Saoud tiba di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026 dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Apa hasil pertemuan antara Menhan Saoud dengan Sjafrie di kantor Kemhan?

1. Menhan Sjafrie dan Menhan Qatar teken statement of intent

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika menerima kunjungan Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Lebih lanjut, Rico menjelaskan, salah satu agenda penting dari pertemuan kedua menhan yaitu penandatanganan statement of intent (SOI). Ini merupakan tindak lanjut dari letter of intent yang diteken Direktur Jenderal Strategi Pertahanan pada 2021.

"Ada pula penandatanganan MoU kerja sama industri pertahanan Barzan Holding Qatar dengan industri pertahanan Kemhan melalui Kabaloghan (Kepala Badan Logistik Pertahanan)," ujar jenderal bintang satu itu di kantor Kemhan, Jakarta Pusat.

Rico menyebut hubungan antara Indonesia dan Qatar memiliki nilai strategis serta bidang kerja sama yang luas. Mulai dari militer, pengembangan kapasitas sumber daya pertahanan, dialog strategis, hingga industri pertahanan.

"Ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara, agar semakin terstruktur, saling menguntungkan, serta dapat diimplementasikan dalam program kerja sama yang lebih nyata," tutur dia.

2. Sjafrie ingin peningkatan industri pertahanan untuk matra darat dan laut

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika menerima kunjungan Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara dalam pernyataan bersama, Sjafrie mengatakan, nota kesepahaman (MoU) yang diteken dengan Qatar akan berujung pada kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan. Namun, hingga saat ini kesepakatan kerja sama itu masih terus digodok.

"Hari ini kami menandatangani satu kesepakatan jembatan untuk menuju kepada defense cooperation agreement. Selama ini, kami sudah bekerja sama, baik ini berkaitan dengan pelatihan, pendidikan dan industri pertahanan. Ini terkait dengan industri pertahanan darat dan laut," ujar Sjafrie, ketika memberikan pernyataan bersama di kantor Kemhan.

Selain itu, kata Sjafrie, juga diteken nota kesepahaman antar dua industri pertahanan. "Indonesia meyakini bahwa kerja sama itu akan menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak dan mutual respect antara Qatar dengan Indonesia," tutur dia.

Terkait tenggat waktu kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan itu diteken, Rico menyebut, prosesnya masih terus berjalan. "Prosesnya (menuju kesepakatan pertahanan) masih berjalan, karena itu menunggu working group membahasnya, seperti apa ke depannya DCA antara Indonesia dengan Qatar," kata dia.

3. Menhan Qatar temui Prabowo untuk sampaikan pesan Emir Qatar

Presiden Prabowo Subianto (kiri) ketika menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Istana pada Senin, 1 Juni 2026. (www.instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Sebelum bertemu dengan Menhan Sjafrie hari ini, Saoud sudah berjumpa dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin, 1 Juni 2026. Hal itu lantaran Saoud turut memegang jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri.

Dikutip dari akun media sosial Sekretariat Kabinet, Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani kepada Prabowo. Mantan Menhan RI itu pun menyambut baik pesan dan perhatian yang disampaikan Emir Qatar.

"Presiden juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral yang telah terjalin erat di antara kedua negara," ujar Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya di akun media sosial, dikutip Selasa (2/6/2026).

Indonesia dan Qatar, kata Teddy, terus mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik dan isu-isu regional maupun internasional, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, perdagangan, pertukaran budaya hingga penguatan hubungan antarmasyarakat.

Editorial Team

Related Article