Rumah Kelahiran Adolf Hitler di Austria Resmi Jadi Kantor Polisi

- Pemerintah Austria resmi membuka kantor polisi di rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn untuk mengakhiri kontroversi dan mencegah lokasi itu jadi tempat ziarah neo-Nazi.
- Bangunan abad ke-17 tersebut direnovasi total dengan biaya sekitar 20 juta euro dan kini berfungsi sebagai markas kepolisian distrik serta unit pemberantasan narkoba perbatasan Austria-Jerman.
- Keputusan ini menuai pro-kontra; sebagian mendukung langkah pemerintah, sementara penyintas Holocaust menilai tindakan itu berpotensi menghapus ingatan sejarah tentang kekejaman rezim Nazi.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Austria resmi membuka kantor polisi baru di bangunan tempat lahir Adolf Hitler di kota Braunau am Inn pada Rabu (22/7/2026). Langkah ini diambil untuk mengakhiri kontroversi panjang dan mencegah lokasi tersebut menjadi tempat ziarah kelompok neo-Nazi.
Bangunan bersejarah yang terletak di Salzburger Vorstadt 15 ini telah direnovasi total demi menetralkan citranya. Pemerintah Austria ingin menegaskan komitmen terhadap supremasi hukum dan demokrasi melalui penggunaan baru gedung tersebut.
1. Gedung kini jadi markas distrik Braunau am Inn

Renovasi bangunan abad ke-17 ini memakan biaya sekitar 20 juta euro (sekitar Rp409 miliar). Bagian luar gedung kini dicat putih bersih dengan desain sederhana yang mengembalikan tampilannya seperti awal abad ke-19.
Bagian dalam bangunan dilengkapi ornamen kayu ek, meski tangga melingkar dan aula masuk yang melengkung tetap dipertahankan. Puing-puing sisa konstruksi bahkan dibuang ke lokasi rahasia agar tidak dijadikan barang koleksi oleh simpatisan Nazi.
Gedung ini kini berfungsi sebagai markas kepolisian setempat sekaligus markas kepolisian distrik Braunau am Inn. Kantor ini juga menampung unit khusus yang bertugas memberantas penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan Austria dan Jerman.
"Rumah ini sekarang akan menjadi tempat demokrasi, supremasi hukum, keamanan, kebebasan, dan martabat manusia," ujar Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Karner, dilansir BBC.
2. Sejarah rumah kelahiran Adolf Hitler

Adolf Hitler lahir di bangunan tersebut pada 20 April 1889 dan hanya tinggal selama beberapa minggu. Saat Nazi Jerman mencaplok Austria pada 1938, Partai Nazi membeli gedung itu dan menjadikannya pusat kebudayaan.
Setelah Perang Dunia II berakhir, kepemilikan gedung dikembalikan kepada pemilik aslinya dari keluarga Pommer. Pemerintah Austria kemudian menyewa gedung ini untuk difungsikan sebagai perpustakaan, sekolah, hingga lokakarya penyandang disabilitas.
Gedung tersebut terbengkalai sejak 2011 karena pemiliknya menolak izin renovasi dan rencana penjualan. Pada 2017, pemerintah Austria akhirnya menyita bangunan itu untuk mendapatkan kendali penuh atas penggunaannya.
Pengambilalihan dilakukan untuk menetralkan lokasi agar tidak lagi digunakan para pengagum Hitler untuk berfoto atau melakukan hormat Nazi. Pemerintah berupaya menghapus simbolisme ekstremis kanan yang melekat pada bangunan tersebut selama puluhan tahun.
3. Keputusan tuai pro dan kontra dari masyarakat

Keputusan menjadikan rumah kelahiran Hitler sebagai kantor polisi memicu tanggapan beragam dari masyarakat dan pengamat sejarah. Sebagian warga lokal mendukung langkah pemerintah karena dinilai efektif menghentikan kedatangan kelompok ekstremis.
Namun, kritik datang dari kelompok penyintas Holocaust dan organisasi lokal di Austria. Mereka menilai pemerintah terkesan ingin melupakan sejarah daripada mengedukasi publik mengenai kejahatan rezim Nazi pada masa lalu.
"Setiap tahun di Mauthausen ada upacara untuk mengatakan jangan terulang lagi, tetapi di Braunau mereka bilang mari kita lupakan secepat mungkin," kata Robert Eiter, perwakilan Komite Mauthausen, dilansir CBC News.
Meskipun fungsi gedung telah berubah, batu peringatan dari bekas kamp konsentrasi Mauthausen tetap dipertahankan di trotoar depan gedung. Batu tersebut memuat pesan peringatan menolak fasisme demi mengenang jutaan korban jiwa yang telah gugur.





















