Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sony Sonjaya Beri Akses Orang Dekat, Asep Yusuf untuk Atur Titik SPPG
Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya ditahan Kejagung, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Kejagung menetapkan Asep Yusuf Somantri, orang dekat eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, sebagai tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis karena intervensi pengaturan titik SPPG.
  • Asep diduga menerima akses ilegal dari Sony untuk mengatur verifikasi mitra MBG dan memberikan uang kepada Sony setelah mengatur pendaftaran SPPG yang semula ditolak menjadi diterima.
  • Kasus ini juga menyeret eks Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua eks wakilnya terkait dugaan jual beli titik SPPG dan markup pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, hingga televisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang namanya Asep yang ditangkap karena salah urus uang di program makan bergizi. Katanya Asep dibantu sama Sony, orang dari Badan Gizi Nasional. Mereka ngatur tempat dapur dan kasih uang ke orang lain. Sekarang Asep dan teman-temannya ditahan sama jaksa selama dua puluh hari di penjara Salemba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan sejumlah pihak dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis menunjukkan komitmen penegakan hukum yang tegas terhadap penyalahgunaan wewenang. Penjelasan rinci dari Direktur Penyidikan memperlihatkan transparansi proses hukum, sekaligus menegaskan bahwa aparat berupaya menjaga integritas pengelolaan program publik agar lebih akuntabel di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri alias AYS, pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penetapan tersangka terhadap orang dekat eks Wakil Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Sony Sonjaya itu dilakukan pada Sabtu (6/6/2026).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan, dalam praktiknya, Asep diminta Sony untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program MBG.

“Saudara SS melawan hukum memberikan akses kepada AYS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong ya, dan mengatur sedemikian rupa calon SPPG yang mendaftar pada portal mitra MBG yang semula telah disetujui kemudian menjadi dibatalkan status pendaftarannya,” kata Syarief di Kejagung, Kamis (11/6/2026).

AYS juga memfasilitasi SPPG yang baru mendaftar portal yang sudah tutup. Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut AYS memberikan sejumlah uang ya kepada tersangka SS.

Dalam kasus ini, Asep disangka melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b Undang-Undang Tipikor dan Pasal 605 ayat 2, Pasal 606 tentang KUHP.

“Dan terhadap tersangka saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Syarief.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan eks Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga melakukan jual beli titik SPPG dan markup pengadaan di BGN.

Berikut beberapa pengadaan yang dikorupsi:

1. Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp1 triliun.

2. Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.

3. Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.

4. Pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga.

Para tersangka disangka melanggar Pasal 603 dan 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 (dan) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Bahwa para tersangka tersebut dilakukan saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Syarief di Kejagung, Rabu (3/6/2026).

Editorial Team

Related Article