Jakarta, IDN Times - Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan, Amelia Anggraini, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental (mental health) ibu muda, yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Menurutnya, kesehatan mental perempuan, khususnya para ibu muda, merupakan isu penting yang perlu mendapat ruang untuk dibicarakan secara terbuka.
Amelia mengatakan, NasDem berupaya memberikan ruang bagi ibu muda untuk berbagi pengalaman, menyampaikan persoalan yang dihadapi, serta menyuarakan tantangan kesehatan mental yang mereka alami dalam menjalani peran sebagai ibu.
“Fenomena kesehatan mental ini sekarang banyak sekali berkembang di masyarakat, khususnya untuk ibu-ibu muda. NasDem memberikan ruang bagi ibu-ibu muda untuk berbagi dan menyuarakan apa yang mereka hadapi sebagai ibu muda,” ujar Amelia, usai acara seminar ruang teduh ibu bertajuk "Damai Dan Kekuatan Dalam Diri" sebagai rangkaian hut partai, di NasDem Tower, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Soroti Mental Health, Perempuan NasDem Ingin Putus Mitos Supermom

Take a Deeper Read
1. Kesehatan mental ibu berpengaruh bagi kualitas generasi
Amelia menilai, persoalan kesehatan mental tidak selalu terlihat secara kasat mata, tetapi dapat menjadi beban yang dialami banyak perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama agar persoalan tersebut tidak diabaikan dan para ibu mendapatkan dukungan yang memadai.
Amelia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan mental ibu juga berkaitan erat dengan upaya membangun keluarga yang kuat, dan melahirkan generasi berkualitas.
“Kami ingin membangun suatu fondasi bahwa ibu yang sehat secara mental akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.
2. Perempuan NasDem ingin putus mitos supermom
Menurut Amelia, seorang ibu memiliki peran penting sebagai salah satu pilar dalam keluarga. Oleh sebab itu, kesehatan mental ibu perlu menjadi perhatian bersama, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Ia juga menyoroti adanya tuntutan sosial terhadap perempuan untuk menjadi sosok ibu yang selalu mampu menjalankan berbagai peran dengan sempurna. Pandangan tersebut, yang kerap dikaitkan dengan mitos supermom, dinilai perlu diluruskan agar para ibu tidak merasa harus selalu kuat, dan memenuhi standar kesempurnaan yang dibebankan kepada mereka.
"Bagaimana perempuan itu dapat didengar ya, kemudian juga keluar dari mitos supermom bahwa ibu itu harus sempurna," kata Amelia.
3. Soroti kasus karhutla yang berdampak pada kesehatan ibu dan anak
Pada kesempatan itu, Amelia turut menyoroti masifnya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak di daerah terdampak. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat karhutla telah mencapai 333.470 kasus.
Karena itu, Amelia mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah konkret dalam penanganan karhutla di wilayah terdampak. Sebab, ia menyebut, banyak masyarakat di wilayah terdampak karhutla belum sepenuhnya memahami bahaya asap yang ditimbulkan dari karhutla. Ia memastikan, NasDem memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
"Kemenkes perlu secara konkret melakukan beberapa langkah-langkah nyata begitu ya, di antaranya adalah tadi ya edukasi kepada masyarakat, gunakan masker. Masker itu hal yang paling apa ya, basic begitu ya dan juga bantuan obat-obatan juga harus segera dikirimkan begitu, karena juga pasti pemerintah daerah mempunyai keterbatasan," kata Amelia.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- NasDem Dorong Kemenkes Turunkan Tenaga Medis Tambahan Atasi Karhutla23 Oct 2026, 17:49 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Kepala BNPB Lapor Prabowo, Riau Disebut Sudah Tak Ada Titik Api Karhutla23 Oct 2026, 17:20 WIB
- 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Ada Asing23 Oct 2026, 17:02 WIB