Jakarta, IDN Times – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, dengan kehadiran KRI Canopus-936. Kapal ini bukan sekadar armada baru, melainkan simbol lompatan teknologi Indonesia dalam memahami dan mengamankan wilayah lautnya.
Sebagai kapal bantu hidro-oseanografi (BHO), KRI Canopus-936 dirancang untuk misi non-tempur strategis, mulai dari pemetaan dasar laut hingga mendukung operasi militer dan keselamatan pelayaran.
Program pembangunan KRI Canopus-936 ini dilaksanakan selama tiga tahun. Dalam tradisi penamaannya, kapal Hidro-Oseanografi yang diawaki 93 prajurit Jalasena pilihan ini, menggunakan nama bintang sebagai simbol penunjuk arah bagi para pelaut, sekaligus harapan akan keselamatan dan kepastian navigasi di laut.
