Pemprov DKI Libatkan 744 Petugas Pengawas Kurban, Salurkan 210 Sapi

- Pemprov DKI Jakarta menurunkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan juru sembelih halal untuk mengawasi pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di seluruh wilayah, termasuk Kepulauan Seribu.
- Wakil Gubernur Rano Karno menyebut sekitar 68 ribu hewan kurban akan disembelih dalam tiga hari, sehingga pengawasan distribusi hingga pemotongan diperketat demi keamanan dan ketertiban.
- Pemprov DKI menyalurkan 210 sapi dan 10 kambing kurban tahun ini, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan penekanan pada penerapan prinsip ASUH serta peningkatan kapasitas juru sembelih halal.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal, untuk mengawasi pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Selain itu, Pemprov DKI juga menyalurkan 210 ekor sapi kurban tahun ini. Para petugas dilepas secara simbolis Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026).
"Pengawasan dilakukan mulai dari distribusi, penjualan, penampungan, pemeriksaan kesehatan, hingga pemotongan hewan kurban agar berlangsung aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat," ucap Wagub Rano Karno.
2. Sebanyak 68 ribu sapi disembelih

Menjelang Idul Adha, aktivitas distribusi, penjualan, penampungan, hingga pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat, sehingga pengawasan perlu diperketat.
"Tadi saya mendapat informasi ada sekitar 68 ribu hewan kurban yang akan disembelih dalam waktu tiga hari. Ini luar biasa, sehingga pengawasannya harus jauh lebih ketat,” ujarnya.
2. Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan

Rano menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan sejak sebelum penyembelihan atau antemortem hingga setelah pemotongan atau postmortem.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH,” katanya.
3. Pemprov DKI salurkan 210 sapu kurban

Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban, sekaligus meningkatkan kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan dan syariat.
Menurutnya, aspek kesehatan hewan, kelayakan daging, tata cara pemotongan, serta kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.
Selain pengawasan, Rano menyebut, jumlah hewan kurban yang disalurkan melalui Pemprov DKI Jakarta tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI,” ungkapnya.



















