Ukraina Peringatkan Belarus: Jangan Ikut Perang!
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan Belarus agar tidak ikut perang dan menegaskan Ukraina akan membalas jika terjadi serangan dari wilayah Belarus.
- Pemerintah Ukraina meningkatkan pertahanan di perbatasan Belarus dengan memperkuat pasukan serta memasang ranjau, guna mengantisipasi potensi ancaman dari arah utara.
- Presiden Belarus Alexander Lukashenko menolak tuduhan keterlibatan negaranya dalam perang dan menyatakan kesiapannya untuk bertemu Zelenskyy demi membahas situasi secara damai.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperingatkan Belarus terkait dengan kemungkinan ikut dalam perang di negaranya. Ia memastikan Ukraina akan membalas jika Belarus ikut menyerang.
“Hari ini, saya berada di Slavutych, bagian utara Ukraina. Saya berbicara di sini untuk mendukung rakyat kami di sini dan memperkuat perlindungan. Ini adalah benar-benar yang kami lakukan,” terangnya, dikutip dari Ukrinform, Jumat (22/5/2026).
Sebelumnya, Ukraina mengecam pengiriman senjata nuklir Rusia ke Belarus. Kiev menyebut bahwa tindakan tersebut akan memberikan ancaman kepada seluruh dunia.
1. Zelenskyy dorong upaya diplomatik tekan Belarus
.jpg)
Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina akan memaksimalkan upaya diplomatik dengan sekutu. Langkah ini untuk mencegah eskalasi geopolitik imbas meningkatnya ketegangan dengan Belarus.
“Kami butuh meningkatkan tekanan dan memperbaiki koordinasi dengan rekan kami. Ini cukup melelahkan bahwa ancaman ke Ukraina terus datang dan Rusia mungkin menyeret Belarus untuk mengekspansi perang setiap saat,” ujarnya, dilansir dari United24.
Presiden Ukraina keenam itu sudah berdiskusi dengan pemimpin komunitas lokal di Chernihiv dan Kiev. Ia membahas soal kesediaan jalan untuk logistik dan evakuasi medis.
2. Ukraina tingkatkan pertahanan di perbatasan Belarus

Juru Bicara Penjaga Perbatasan Ukraina, Andrii Demchenko mengungkapkan bahwa Ukraina terus meningkatkan pertahanan dan menanam ranjau di perbatasan Belarus. Selain itu, Kiev sudah memusatkan perhatian di perbatasan Belarus terkait dengan ancaman terkini.
“Secara keseluruhan, perbatasan Belarus tetap berada dalam zona risiko dari Rusia karena Belarus dapat ditekan oleh Rusia dan terlibat langsung dalam perang di Ukraina. Belarus dapat secara independen untuk merusak stabilitas atau aksi lain ke Ukraina,” tuturnya.
3. Lukashenko bersiap bertemu dengan Zelenskyy

Pada saat yang sama, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko membantah tuduhan soal Belarus diseret dalam perang di Ukraina. Ia menyebut bahwa Belarus tidak membutuhkan ikut perang di Ukraina.
Dilansir Ukrainska Pravda, Lukashenko mengaku siap bertemu dan bernegosiasi dengan Zelenskyy di mana pun dan kapan saja. Ia terbuka untuk mendiskusikan masalah dan memberikan anjuran kepada Ukraina.

















