Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Strategi Kementan Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemik

8 Strategi Kementan Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemik
Ilustrasi panen - IDN Times / Nana Suryana
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penyediaan pangan selama darurat Covid-19. Lebih dari itu, Kementan juga melakukan pengawalan ketersediaan pangan untuk kebutuhan selama Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2020.

  1. 1. Tiga upaya utama yang Kementan lakukan untuk menjaga ketahanan pangan

    IDN Times/Kementan
    IDN Times/Kementan

    Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menjelaskan  bahwa upaya yang dilakukan Kementan, antara lain melalui stabilisasi harga bahan pokok, menjamin ketersediaan pangan dan stok pangan, serta meningkatkan strategi dan efektivitas distribusi pangan ke berbagai daerah.

    “Demi menjaga ketahanan pangan, Kementan juga melakukan percepatan gerakan musim tanam kedua secara serentak di seluruh Indonesia minggu ini,” ujar Kuntoro, Sabtu (16/5).

  2. 2. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa

    IDN Times/Kementan
    IDN Times/Kementan

    Selain itu, lanjut Kuntoro, program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa juga terus digenjot dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di masa depan.

    “Kementan juga mendorong kampanye dan implementasi pencegahan alih fungsi lahan dengan penerapan Undang-Undang  No.41 Tahun 2009,” katanya.

  3. 3. Menggelar operasi dan pasar murah

    monitor.co.id
    monitor.co.id

    Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) juga terus menggelar operasi pasar dan pasar murah demi mempermudah akses masyarakat mendapat pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

  4. 4. Gaet perusahaan yang melayani pendistribusian online maupun start up

    IDN Times/Kementan
    IDN Times/Kementan

    Sebagai bagian dari efisiensi rantai distribusi pangan, Kementan menggaet perusahaan layanan distribusi online maupun start up yang bergerak di sektor pemasaran, seperti Tokopedia, Gojek, Grab, Blibli, Tani Hub, Lazada, Kedai Sayur, dan lainnya. Selain itu, partisipasi swasta turut menjembatani petani sebagai produsen dengan konsumen.

  5. 5. Menciptakan program Padat Karya untuk membantu tenaga kerja yang terdampak

    Unsplash.com/Simon Fanger
    Unsplash.com/Simon Fanger

    Saat pandemik Covid-19, Kementan menciptakan program Padat Karya pertanian untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak krisis atau PHK terjun ke bidang pertanian.

  6. 6. Revitalisasi infrastruktur dan implementasi teknologi pertanian

    IDN Times/Kementan
    IDN Times/Kementan

    Dalam program utamanya, Kementan tetap fokus pada revitalisasi infrastruktur pertanian dan mendorong mekanisasi serta implementasi teknologi pertanian di lapangan.

    “Kementan sudah memiliki Agriculture War Room (AWR), kemudian diimplementasikan di Kostrad Tani. Bantuan program mekanisasi seperti Transplanter dan Alsintan terus berjalan. Kemudian kami terus mendorong penerapan Good Agriculture Practice, Good Manufacturing Practice, dan Good Hygiene Practice khususnya selama pandemik ini,” tutup Kuntoro.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More