Suasana Tugu Proklamasi Jelang Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

- Tugu Proklamasi masih sepi menjelang aksi simbolik Komite Sadar pada 20 Oktober 2026, bertepatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran; aksi massa dilanjutkan di Tugu Tani.
- Komite Sadar, melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus, membawa hasil survei 560 responden: 78,8 persen menilai pemerintahan Prabowo-Gibran dan kabinetnya gagal.
- Polda Metro Jaya mengerahkan 9.505 personel untuk 52 kegiatan di Jakarta; tuntutan aksi mencakup penanganan krisis lingkungan, ekonomi, korupsi, serta biaya pendidikan dan kesehatan.
Jakarta, IDN Times - Kawasan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, masih terpantau sepi menjelang aksi simbolik mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), Selasa (20/10/2026). Hingga berita ini diturunkan, tampak aparat kepolisian sudah berjaga di lokasi, sementara pengeras suara dan musik sudah dinyalakan untuk menyambut aksi.
Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komite Sadar sebelumnya menjadwalkan aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB, sebelum melanjutkan aksi massa di kawasan Tugu Tani sekitar pukul 15.00 WIB.
Komite Sadar terdiri dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, di antaranya BEM Universitas Indonesia (UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Sebelumnya, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Atop, mengatakan, gerakan tersebut membawa keresahan masyarakat yang dihimpun melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua.
“Hasil survei menunjukkan 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal,” kata Atop kepada IDN Times, Senin (19/10/2026).
Survei itu juga menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, pembatasan kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, hingga deforestasi dan kebakaran hutan. Biaya pendidikan serta kesehatan juga menjadi perhatian.
Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi di sejumlah titik Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, terdapat 52 kegiatan masyarakat pada Selasa, yang terdiri dari 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya.
“Adapun 26 kegiatan aspirasi penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan di beberapa titik, seperti hari ini kita berada di Silang Selatan Monas dan sekitar wilayah Tugu Tani, Tugu Proklamasi, DPR/MPR RI, beberapa titik di kementerian lembaga di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Budi.
Menurut dia, sebanyak 9.505 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan. Jumlah tersebut terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemprov DKI Jakarta, dan 170 personel pengamanan dalam (Pamdal).
Adapun tuntutan Komite Sadar mencakup desakan penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional, pemulihan kesehatan warga terdampak, penindakan terhadap korporasi yang bertanggung jawab atas krisis lingkungan, perbaikan tata kelola ekonomi, serta pemberantasan korupsi dan penurunan biaya pendidikan maupun kesehatan.




















