Jakarta, IDN Times – Kota Surabaya ditunjuk sebagai lokasi perdana pelaksanaan program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution, kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia untuk mencegah sampah plastik dari sungai masuk ke laut.
Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan soft launching yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Surabaya dipilih sebagai kota pertama karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan program ini telah dijalankan di Kali Tebu dan Kali Mrutu melalui pemasangan sistem penahan sampah atau trash boom.
