Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sukses Himpun Zakat 4,5 M, Surabaya Raih Grand BAZNAS Award 2026
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat pengelolaan zakat membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meraih Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik. (Dok. Diskominfotik Surabaya)
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meraih Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik atas dukungan Pemkot dalam penguatan ekosistem ZIS-DSKL.

  • Eri menyebut penghargaan itu hasil partisipasi ASN Surabaya, serta mendorong sinergi BAZNAS, Pemkot, dan Kemenag agar data penerima akurat dan warga desil 1 diprioritaskan.

  • BAZNAS Surabaya menghimpun rata-rata Rp3 miliar hingga Rp4,5 miliar per bulan dan berencana memperkuat kelembagaan, profesionalisme amil, edukasi, serta Unit Pengumpul Zakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik. Penghimpunan dana BAZNAS Surabaya dilaporkan rata-rata mencapai Rp3 miliar hingga Rp4,5 miliar per bulan.
  • Who?
    Eri Cahyadi, ASN Pemkot Surabaya, BAZNAS RI, BAZNAS Kota Surabaya yang dipimpin Moch. Hamzah, Pemkot Surabaya, Kementerian Agama, serta masyarakat menjadi pihak yang terlibat.
  • Where?
    Penghargaan diserahkan di Jakarta. Eri Cahyadi menyampaikan tanggapan seusai pelantikan pimpinan BAZNAS Kota Surabaya periode 2026–2031 di Balai Kota Surabaya.
  • When?
    Grand BAZNAS Award diserahkan Kamis, 15 Oktober 2026, dalam Rakornas BAZNAS 2026. Tanggapan Eri disampaikan Senin, 19 Oktober 2026.
  • Why?
    Penghargaan diberikan atas dukungan Pemkot Surabaya dalam memperkuat ekosistem penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.
  • How?
    Penghimpunan didukung partisipasi zakat ASN dan masyarakat. BAZNAS Surabaya akan memperkuat UPZ, kapasitas amil, edukasi ZIS, serta sinkronisasi data penerima manfaat dengan Pemkot dan Kemenag.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat pengelolaan zakat membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meraih Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik, seiring upaya memperkuat penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.

Penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dukungan Pemkot Surabaya dalam mendorong penguatan ekosistem zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

1. Semangat berbagi melalui zakat perlu terus dijaga dan diperkuat

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat pengelolaan zakat membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meraih Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik. (Dok. Diskominfotik Surabaya)

Wali Kota Eri menyampaikan, penghargaan tersebut sejatinya merupakan apresiasi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya yang telah berpartisipasi menunaikan zakat dari pendapatan mereka. Partisipasi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung penghimpunan dana zakat di Kota Pahlawan.

“Penghargaan ini sebenarnya lebih pantas diberikan kepada seluruh ASN Kota Surabaya. Karena zakat yang dihimpun berasal dari partisipasi bersama, mulai dari wali kota hingga seluruh ASN. Saya hanya mengajak untuk menjalankan syariat dan perintah agama,” ujar Wali Kota Eri seusai pelantikan pimpinan BAZNAS Kota Surabaya periode 2026–2031 di Balai Kota Surabaya, Senin (19/10/2026).

Menurut Wali Kota Eri, semangat berbagi melalui zakat perlu terus dijaga dan diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak warga. Ia berharap pengelolaan zakat tidak berhenti pada kegiatan penghimpunan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan dukungan, terutama kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil 1.

Karena itu, ia mendorong BAZNAS Kota Surabaya memperkuat sinergi dengan Pemkot Surabaya dan Kementerian Agama (Kemenag), khususnya dalam penyelarasan data penerima manfaat. Dengan basis data yang akurat, penyaluran zakat diharapkan semakin terukur, tepat sasaran, dan melengkapi program pemerintah dalam menangani persoalan sosial.

“Zakat ini harus kembali kepada masyarakat yang memang berhak menerima. Data menjadi penting supaya warga yang paling membutuhkan bisa diprioritaskan. Kalau kita bergerak bersama, bantuan akan lebih optimal dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tegasnya.

2. Pentingnya menjaga independensi pengelolaan zakat

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat pengelolaan zakat membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meraih Grand BAZNAS Award 2026 kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik. (Dok. Diskominfotik Surabaya)

Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya menjaga independensi pengelolaan zakat. Menurutnya, dana yang dihimpun BAZNAS Surabaya bersumber dari partisipasi ASN dan masyarakat, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan demikian, pengelolaannya harus dijalankan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan penerima manfaat.

“BAZNAS harus berdiri mandiri. Dana zakat berasal dari ASN dan masyarakat, sehingga harus dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Prinsip ini penting agar kepercayaan masyarakat terus terjaga,” ujarnya.

3. Penghimpunan dana BAZNAS Surabaya mencapai Rp4,5 m per bulan

ilustrasi zakat (freepik.com/freepik)

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa penghimpunan dana BAZNAS Surabaya saat ini rata-rata mencapai Rp3 miliar hingga Rp4,5 miliar per bulan. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat peran zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, BAZNAS Surabaya akan terus memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme amil, serta memperluas edukasi mengenai zakat, infak, dan sedekah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), termasuk di masjid dan lingkungan kampung, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan berbagi,” tegas Hamzah.

Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi zakat di Surabaya. Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam mendukung berbagai program sosial, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Potensi zakat di Surabaya masih bisa terus ditingkatkan. Kami ingin pengelolaannya semakin profesional, independen, transparan, dan akuntabel, sehingga zakat dapat menjadi salah satu kekuatan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article