Menko AHY Tinjau Jembatan Baru Kemang Pratama Bekasi Senilai Rp60,4 M

- AHY meninjau pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama di Bekasi, yang putus akibat banjir Maret 2025, melalui program IJD dengan anggaran sekitar Rp60,4 miliar.
- Jembatan bentang 80 meter ini memakai desain tanpa pilar tengah sungai, berkapasitas sekitar 1 ton per meter persegi, dan telah diuji memakai kendaraan besar termasuk truk.
- Putusnya jembatan sebelumnya mengganggu akses warga ke pasar, sekolah, dan kerja; AHY mengingatkan kebersihan sungai serta kondisi hulu memengaruhi risiko banjir di hilir.
Kota Bekasi, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama, Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Jembatan yang sebelumnya terputus akibat banjir besar pada Maret 2025 itu kini dibangun kembali melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran sekitar Rp60,4 miliar.
AHY mengatakan, pembangunan kembali jembatan tersebut dilakukan dengan desain konstruksi baru untuk meningkatkan kekuatan dan keamanan. Salah satu perubahan utamanya yakni tidak lagi menggunakan pilar di tengah sungai.
"Setelah kejadian itu, saya meminta kita semua duduk bersama untuk segera merencanakan perbaikannya. Alhamdulillah, jembatan ini sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru," kata AHY.
1. Jembatan diuji menggunakan truk

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal) Menurutnya, desain tanpa pilar di tengah sungai tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko sampah tersangkut dan menghambat aliran air ketika debit sungai meningkat.
Jembatan baru ini memiliki bentang sekitar 80 meter dengan ketinggian yang disesuaikan untuk memberikan ruang bebas terhadap permukaan air saat mencapai kondisi tertinggi.
Dari sisi teknis, AHY menjelaskan, jembatan tersebut memiliki kapasitas beban sekitar 1 ton per meter persegi.
"Jembatan juga telah diuji menggunakan kendaraan besar, termasuk truk, untuk memastikan kekuatan dan keamanannya," kata dia.
2. AHY ingatkan pentingnya menjaga lingkungan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal) Selain pembangunan infrastruktur, AHY mengingatkan penanganan banjir di wilayah hilir, termasuk Kota Bekasi, sangat bergantung pada kondisi lingkungan di hulu atau wilayah Bogor.
Menurutnya, kerusakan tata ruang, berkurangnya daerah resapan air, pendangkalan, sedimentasi, hingga tumpukan sampah di sungai dapat berdampak terhadap masyarakat di wilayah hilir.
"Apapun yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu. Kalau terjadi kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, berkurangnya daerah resapan, pendangkalan, sedimentasi, hingga sampah yang menumpuk di sungai, itu pasti akan berdampak pada masyarakat di wilayah hilir," tegasnya.
AHY pun mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sungai-sungai kita harus dimuliakan, harus bersih dari sampah, dan harus kita jaga. Sungai seharusnya menjadi karunia yang membantu kita untuk terus hidup dan produktif,” jelas dia.
3. Dampak putusnya jembatan terhadap aktivitas warga

Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal) Sementara itu, Staf Khusus Menko Infrastruktur, Sigit Raditya, yang juga merupakan warga Bekasi, menilai putusnya jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Mulai dari akses menuju pasar, sekolah, hingga tempat kerja.
"Hadirnya kembali Jembatan Kemang Pratama dengan desain yang lebih kokoh dan aman adalah jawaban atas kebutuhan warga. Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar manfaat jembatan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.





















