Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei Poltracking Dua Tahun Prabowo: 55,3 Persen Publik Puas
Presiden Prabowo Subianto terbang ke Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Survei Poltracking mencatat 55,3 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 40,9 persen menyatakan tidak puas.

  • Kepercayaan publik mencapai 64,8 persen, lebih tinggi daripada kepuasan, dengan pendidikan sebagai bidang berkinerja paling tinggi dan ekonomi paling rendah.

  • Harga kebutuhan pokok menjadi masalah utama, sedangkan MBG merupakan program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus sampai dengan Oktober 2026

Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran disebut relatif stagnan.

30 September-7 Oktober 2026

Poltracking melakukan survei terhadap 1.220 responden di 38 provinsi Indonesia.

Senin (19/10/2026)

Hanta Yuda AR memaparkan hasil survei nasional Poltracking Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Survei Poltracking mencatat 55,3 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sedangkan 40,9 persen menyatakan tidak puas.
  • Who?
    Poltracking Indonesia melakukan survei terhadap 1.220 responden masyarakat di Indonesia. Hanta Yuda AR menyampaikan hasil survei tersebut.
  • Where?
    Survei menjangkau 38 provinsi di Indonesia secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap 2024.
  • When?
    Pengumpulan data berlangsung pada 30 September-7 Oktober 2026 dan hasilnya dipaparkan Senin (19/10/2026).
  • Why?
    Survei dilakukan untuk mengukur kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun pemerintahan.
  • How?
    Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih dengan metode stratified multistage random sampling.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Survei Poltracking bilang banyak orang cukup puas dengan kerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Ada juga orang yang tidak puas, terutama karena ekonomi dan harga kebutuhan pokok mahal. Orang lebih percaya kepada pemerintah daripada menilai hasil kerjanya. Survei ini dilakukan kepada 1.220 orang di 38 provinsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Survei menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 64,8 persen. Apresiasi juga terlihat pada bidang pendidikan, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, serta kesehatan. Selain itu, masyarakat menilai pemerintah berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa, serta keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 55,3 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Angka tersebut merupakan hasil survei nasional Poltracking Indonesia menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, mengatakan, angka 55,3 persen merupakan gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Sementara itu, 40,9 persen responden menyatakan tidak puas, yang merupakan gabungan kurang puas dan sangat tidak puas.

"Tingkat kepuasan publik ini relatif stagnan dari Agustus sampai dengan Oktober 2026," kata Hanta dalam pemaparan hasil survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (19/10/2026).

Survei dilakukan pada 30 September-7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei menjangkau 38 provinsi di Indonesia secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih terhadap responden yang dipilih secara acak.

1. Bantuan pemerintah dan MBG jadi alasan publik puas

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Poltracking mencatat terdapat sejumlah alasan utama masyarakat merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Alasan paling dominan adalah bantuan pemerintah dinilai tepat sasaran dengan 16,5 persen.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan terbanyak kedua dengan 15 persen. Sementara itu, masyarakat yang mengaku tidak puas paling banyak menyoroti kondisi ekonomi. Sebanyak 18,9 persen responden menyebut ekonomi yang belum stabil sebagai alasan ketidakpuasan.

Alasan berikutnya adalah harga kebutuhan pokok yang mahal sebesar 15,4 persen dan bantuan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran sebesar 14,3 persen.

Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran justru lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasannya. Sebanyak 64,8 persen masyarakat mengaku percaya terhadap pemerintah, sedangkan 32,1 persen menyatakan tidak percaya.

"Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik. Artinya, keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi daripada evaluasi terhadap hasil kinerjanya," ujar Hanta.

Menurut dia, tantangan pemerintah ke depan adalah memastikan kepercayaan masyarakat tersebut diikuti peningkatan kepuasan melalui hasil kebijakan yang semakin dirasakan masyarakat.

2. Kepuasan ekonomi paling rendah

Presiden Prabowo Subianto mendatangi hunian relokasi warga eks bantaran rel kereta api di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Berdasarkan bidang pemerintahan, kepuasan publik paling tinggi terdapat pada bidang pendidikan dengan 66,3 persen. Berikutnya pertahanan dan keamanan serta sosial budaya sebesar 63,7 persen, kemudian kesehatan 62,1 persen.

Sementara itu, kepuasan terhadap bidang politik dan stabilitas nasional berada di angka 53,6 persen.

Adapun dua bidang yang mendapat penilaian rendah adalah hukum dan pemberantasan korupsi sebesar 43,1 persen serta ekonomi yang hanya mencapai 36,8 persen.

"Data ini memberikan gambaran bahwa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki catatan kritis kinerja pada tiga bidang yakni, ekonomi, hukum dan pemberantasan korupsi, serta politik dan stabilitas nasional," kata Hanta.

Sebaliknya, masyarakat memberikan apresiasi cukup tinggi terhadap kinerja pemerintah di bidang pendidikan, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, serta kesehatan.

Poltracking juga menemukan tiga persoalan yang dinilai paling berhasil ditangani pemerintah, yakni menjaga kerukunan antarumat beragama sebesar 73,8 persen, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa 67 persen, serta menjaga keamanan 66,9 persen.

Namun, pemerintah dinilai masih lemah dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang hanya mendapat penilaian 33,3 persen, menurunkan angka pengangguran 33,2 persen, dan mengendalikan harga kebutuhan pokok 31,3 persen.

3. Harga kebutuhan pokok jadi masalah utama

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya padi, tebu, dan kedelai bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)

Tingginya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang diharapkan masyarakat segera diselesaikan pemerintah. Sebanyak 45,9 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai masalah paling penting.

Berikutnya adalah sulitnya mencari lapangan kerja sebesar 9,3 persen dan pemberantasan korupsi sebesar 8,9 persen.

Kondisi ekonomi rumah tangga juga menunjukkan tekanan. Sebanyak 52,9 persen responden menilai kondisi ekonomi keuangan keluarga mereka baik dalam setahun terakhir, sementara 53,5 persen menilai kondisi penghasilan rumah tangga baik.

Namun, 65,3 persen masyarakat mengatakan pengeluaran mereka lebih banyak dalam setahun terakhir. Selain itu, 58,6 persen menyatakan harga kebutuhan pokok tidak terjangkau dalam satu bulan terakhir.

Untuk program prioritas pemerintah, MBG menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan 29,6 persen. Kemudian Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 11,4 persen dan Kartu Indonesia Sehat sebesar 9,6 persen.

Sebanyak 92,4 persen masyarakat juga mengetahui MBG sebagai program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, di antara masyarakat yang mengetahui program tersebut, 49,5 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 47,4 persen menyatakan puas.

Program Koperasi Desa Merah Putih diketahui 75,5 persen masyarakat. Dari kelompok yang mengetahuinya, 46,1 persen menyatakan tidak puas dan 27,8 persen puas.

Sementara itu, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat relatif berimbang. Sebanyak 45,6 persen mengetahui program tersebut sebagai program unggulan pemerintah, sedangkan 45,9 persen mengaku tidak tahu.

Meski tingkat pengetahuannya belum dominan, kepuasan terhadap Sekolah Rakyat justru cukup tinggi. Sebanyak 65,5 persen masyarakat yang mengetahui program tersebut menyatakan puas, sedangkan 15,3 persen menyatakan tidak puas.

Poltracking menilai temuan tersebut menunjukkan apresiasi publik cukup tinggi terhadap program Sekolah Rakyat. Sebaliknya, MBG dan Koperasi Desa Merah Putih masih memiliki tingkat kepuasan yang relatif rendah sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas implementasinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article