Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Djarot Saiful Hidayat: 2 Tahun Prabowo, Kondisi Kita Tidak Baik-baik Saja

3 min read
Djarot Saiful Hidayat: 2 Tahun Prabowo, Kondisi Kita Tidak Baik-baik Saja
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat soroti 2 tahun Prabowo-Gibran. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Djarot Saiful Hidayat menilai kondisi negara tidak baik-baik saja setelah menyoroti IHSG yang ambruk dan rupiah yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.

  • Ia menyoroti karhutla yang meluas di sejumlah wilayah serta meminta pemerintah melakukan mitigasi terhadap ancaman El Nino.

  • Djarot mempertanyakan tata kelola MBG dan konsep KDMP yang dinilainya belum memiliki kajian serta arah yang jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengkritik keras dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kondisi negara saat ini tidak baik-baik saja.

Djarot mengatakan, evaluasi selama dua tahun pemerintahan ini tidak boleh hanya berfokus pada upaya menyenangkan pemerintah, tetapi juga harus mencakup kritik konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum memiliki tata kelola yang baik.

Ia turut menyoroti peristiwa indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjun bebas karena penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI). Di samping itu, rupiah terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.

"Menurut hemat saya, dua tahun ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja. Terakhir dengan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar sudah lebih dari 18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja," kata Djarot di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

  1. 1. Karhutla telah mengancam seluruh mahluk hidup

    IMG_0522.jpeg
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau Karhutla di Kalimantan Tengah (don. Kemenhut)

    Djarot juga menyoroti fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia. Karhutla semakin meluas dan telah mengancam seluruh makhluk hidup di Sumatra, Kalimantan, bahkan sampai Papua.

    Menurut dia, karhutla bukan semata-semata bencana ekologis, karena sudah jauh hari telah ada peringatan mengenai ancaman El Nino. Sehingga sudah semestinya pemerintah melakukan upaya mitigasi untuk mencegah karhutla.

    "Terbaru terkait dengan misalnya kebakaran hutan yang semakin meluas dan menimbulkan penderitaan terkait persoalan pada seluruh makhluk hidup di Sumatra, Kalimantan, bahkan sampai Papua," kata dia.

  2. 2. Program MBG dijalankan tanpa kajian yang jelas

    IMG_8050.jpeg
    Uji coba MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Djarot juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran dengan anggaran jumbo. Ia turut mengapresiasi pemerintah yang telah memperhatikan kelompok masyarakat miskin melalui intervensi pemberian gizi.

    Namun, ia menyayangkan buruknya tata kelola MBG di sejumlah aspek. Djarot berpandangan, program MBG dijalnkan tanpa adanya kajian mendalam sehingga banyak penyimpangan. Salah satunya tindakan rasuah yang menjerat Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana Cs.

    "Tetapi tata kelolanya ini yang perlu dievaluasi secara mendasar karena terkesan bahwa MBG ini tidak melalui kajian yang mendalam sehingga terjadi banyak penyimpangan dan sebagainya, dan terbukti kepala BGN itu kena kasus," kata dia.

  3. 3. KDMP dijalankan tanpa konsep yang jelas

    Bangunan Koperasi Merah Putih di Desa Kotabes, Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan deretan pintu kaca dan dinding abu-abu merah.
    KDMP Desa Kotabes Kupang NTT menunggu pasokan listrik PLN. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Terakhir, Djarot menyoroti konsep dan arah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai belum jelas. Ia lantas mempertanyakan bentuk kelembagaan hingga unit usaha yang akan dijalankan KDMP, termasuk sejumlah rencana usaha yang dianggap berpotensi tumpang tindih dengan sektor yang telah melayani kebutuhan masyarakat.

    Ia mencontohkan rencana pengembangan usaha KDMP, mulai dari toko serba ada (toserba), toko kelontong, hingga penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN). Berbagai rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak sekadar menjadi proyek tanpa konsep yang terarah.

    "Yang paling baru, itu tentang koperasi merah putih, yang sampai sekarang ini bentuknya seperti apa, kemudian unit usahanya seperti apa, sehingga terkesan mencari-cari pekerjaan-pekerjaan atau unit usaha yang sebenarnya bertentangan dengan hajat hidup orang banyak," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More