Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei PPI: 60 Persen Gen Z dan Milenial Puas Kinerja 2 Tahun Prabowo
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan peresmian proyek hilirisasi di Halmahera Tengah. (setneg.go.id)
  • Survei PPI mencatat 60,6 persen Gen Z dan 63,4 persen milenial puas terhadap kinerja Prabowo.

  • Ketidakpuasan Gen Z mencapai 37 persen, lebih tinggi daripada milenial yang berada di angka 32,1 persen.

  • Kesulitan ekonomi, harga kebutuhan pokok, dan penyaluran bantuan sosial menjadi sejumlah persoalan yang diperhatikan responden.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 September hingga 6 Oktober 2026

Survei Nasional PPI dilaksanakan melalui wawancara tatap muka. Penelitian melibatkan 1.200 responden di sejumlah wilayah.

Minggu (18/10/2026)

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan hasil survei, termasuk tingkat kepuasan Gen Z sebesar 60,6 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Survei PPI mencatat 60,6 persen Gen Z dan 63,4 persen milenial menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden.
  • Who?
    Generasi Z, milenial, Presiden Prabowo Subianto, dan Parameter Politik Indonesia.
  • Where?
    Survei dilakukan di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.
  • When?
    Wawancara tatap muka berlangsung pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dan dipaparkan pada Minggu (18/10/2026).
  • Why?
    Survei dilakukan untuk menggambarkan penilaian masyarakat terhadap kinerja Prabowo menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • How?
    Penelitian melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,83 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Survei PPI bertanya kepada Gen Z dan milenial tentang kerja Presiden Prabowo. Sebanyak 60,6 persen Gen Z dan 63,4 persen milenial merasa puas. Tetapi, ada juga yang tidak puas. Mereka banyak membicarakan ekonomi, harga barang, dan bantuan sosial. Survei dilakukan kepada 1.200 orang di banyak daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Survei PPI menunjukkan penilaian positif dari mayoritas Gen Z dan milenial terhadap kinerja Prabowo, dengan tingkat kepuasan di atas 60 persen pada kedua kelompok. Temuan ini juga memuat alasan yang disampaikan responden, sekaligus mencatat persoalan ekonomi dan bantuan sosial yang masih menjadi perhatian dalam evaluasi pemerintahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tingkat kepuasan Generasi Z dan milenial terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai lebih dari 60 persen, menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Meski demikian, hasil survei menunjukkan masih ada responden dari kedua kelompok usia tersebut yang menyatakan tidak puas.

Berdasarkan Survei Nasional Parameter Politik Indonesia (PPI) edisi Oktober 2026, sebanyak 60,6 persen responden Generasi Z menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden. Sementara, tingkat kepuasan di kalangan milenial mencapai 63,4 persen.

"Untuk generasi Z, puas dan sangat puasnya 60,6 persen," ujar Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, Minggu (18/10/2026).

Survei tersebut mengelompokkan generasi Z sebagai penduduk berusia 17–28 tahun, sedangkan milenial berada pada rentang usia 29–44 tahun. Data ini memperlihatkan perbedaan tingkat kepuasan antara kedua kelompok tersebut, dalam menilai kinerja Prabowo selama memimpin pemerintahan dua tahun ini.

1. Tingkat ketidakpuasan Gen Z lebih tinggi dibandingkan milenial

Joint press statement di sela Pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi di Istana Merdeka. (Tangkapan Youtube Sekretariat Presiden)

Di balik angka kepuasan tersebut, survei PPI mencatat 37 persen responden generasi Z menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Adapun tingkat ketidakpuasan di kalangan milenial tercatat 32,1 persen.

Dengan demikian, selisih tingkat kepuasan antara milenial dan Gen Z mencapai 2,8 poin persentase. Sementara, selisih tingkat ketidakpuasan kedua kelompok mencapai 4,9 poin persentase.

Angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan penilaian di antara kedua kelompok usia. Namun, data survei ini belum menjelaskan secara khusus faktor yang membuat tingkat kepuasan milenial lebih tinggi dibandingkan Gen Z.

2. Program pemerintah menjadi salah satu alasan anak muda puas

Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Secara keseluruhan, survei PPI mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo mencapai 65,4 persen. Adapun, kepuasan terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden berada di angka 65,2 persen.

Dalam survei tersebut, responden menyebut sejumlah program pemerintah sebagai alasan mereka merasa puas. Bantuan sosial yang dinilai semakin banyak menjadi alasan paling dominan, dengan persentase 16,7 persen.

Alasan lainnya meliputi penangkapan koruptor sebanyak 10,3 persen, program Sekolah Rakyat sebesar 9,8 persen, Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 8,5 persen, serta program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi sebesar 7,5 persen.

Kendati, angka tersebut merupakan jawaban responden secara keseluruhan, bukan rincian khusus dari kelompok Gen Z dan milenial. Karena itu, temuan tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan program mana yang paling memengaruhi penilaian kedua generasi tersebut.

3. Ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah

Ilustrasi ekonomi terguncang (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, survei PPI juga mencatat sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditangani pemerintah. Kesulitan ekonomi menjadi masalah yang paling banyak disebut responden, dengan persentase 11,8 persen sebagai alasan ketidakpuasan.

Persoalan berikutnya ialah penyaluran bantuan sosial yang dinilai masih kurang dan tidak tepat sasaran sebesar 11,4 persen, disusul mahalnya harga kebutuhan pokok sebesar 10,4 persen. Selain itu, sebanyak 6,7 persen responden menilai pemerintah masih kurang memperhatikan masyarakat kecil.

Korupsi dan nepotisme juga masuk daftar persoalan dengan persentase 6,3 persen. Temuan ini memperlihatkan adanya sejumlah persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang masih menjadi perhatian responden di tengah penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Namun, survei tersebut tidak merinci persentase setiap persoalan berdasarkan kelompok usia. Dengan demikian, belum dapat dipastikan, apakah persoalan ekonomi menjadi faktor utama ketidakpuasan Gen Z maupun milenial.

4. Metode survei survei nasional PPI Oktober 2026

ilustrasi survei (IDN Times/Aditya Pratama)

Survei Nasional PPI Oktober 2026 dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Penelitian tersebut melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.

Survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Responden yang diwawancarai merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai penilaian masyarakat terhadap kinerja Prabowo menjelang dua tahun pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski tingkat kepuasan Gen Z dan milenial tercatat di atas 60 persen, persoalan ekonomi, harga kebutuhan pokok, serta penyaluran bantuan sosial (bansos) masih menjadi sejumlah isu yang perlu diperhatikan pemerintah.

5. Survei SMRC sebut publik tidak puas terhadap kinerja Prabowo

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

Sementara, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat perubahan negatif dalam evaluasi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada tahun kedua pemerintahannya. Penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta sejumlah program unggulan pemerintah turut menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

Dalam survei nasional 1–10 Oktober 2026, SMRC menemukan perbedaan dukungan politik berdasarkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo. Pada kelompok yang sangat atau cukup puas, dukungan kepada Prabowo dalam simulasi semi terbuka mencapai 20 persen. Sementara, pada kelompok yang kurang atau sama sekali tidak puas, dukungannya hanya 1 persen. Pada survei ini, SMRC merilis elektabilitas Prabowo berdasarkan kepuasan responden.

Penilaian terhadap kondisi ekonomi dan politik juga memperlihatkan pola serupa. Dukungan kepada Prabowo tercatat 17 persen di kalangan responden yang menilai ekonomi baik atau sangat baik, tetapi turun menjadi 6 persen pada kelompok yang menilai ekonomi buruk atau sangat buruk. Dalam penilaian terhadap kondisi politik, dukungannya 22 persen pada kelompok yang menilai kondisi politik baik atau sangat baik, dan 6 persen pada kelompok yang menilainya buruk atau sangat buruk.

Evaluasi terhadap persoalan sehari-hari turut menunjukkan perbedaan dukungan. Pada responden yang menilai upaya pemerintah memperbaiki harga kebutuhan pokok semakin baik, dukungan kepada Prabowo mencapai 20 persen. Angkanya turun menjadi 5 persen di antara mereka yang menilai kondisi harga kebutuhan pokok semakin buruk.

SMRC juga mengukur kepuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penilaian terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dukungan kepada Prabowo mencapai 25 persen pada kelompok yang sangat puas dengan pelaksanaan MBG, tetapi hanya 2 persen pada kelompok yang sama sekali tidak puas. Untuk KDMP/Kopdes, dukungan kepada Prabowo juga berbeda menurut tingkat keyakinan responden terhadap perkembangan program tersebut.

Temuan lain memperlihatkan penurunan elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 9,8 persen pada Oktober 2026. SMRC menyatakan penurunan elektabilitas tersebut berkaitan dengan penilaian terhadap kinerja presiden, kondisi ekonomi-politik, serta evaluasi publik terhadap program MBG dan KDMP.

Survei ini melibatkan 1.213 responden yang memiliki hak pilih. Sebanyak 1.013 responden pengguna telepon seluler diwawancarai melalui telepon, sedangkan 200 responden tanpa telepon seluler diwawancarai secara tatap muka. SMRC memperkirakan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article