Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)
Sementara, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat perubahan negatif dalam evaluasi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada tahun kedua pemerintahannya. Penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta sejumlah program unggulan pemerintah turut menjadi bagian dari evaluasi tersebut.
Dalam survei nasional 1–10 Oktober 2026, SMRC menemukan perbedaan dukungan politik berdasarkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo. Pada kelompok yang sangat atau cukup puas, dukungan kepada Prabowo dalam simulasi semi terbuka mencapai 20 persen. Sementara, pada kelompok yang kurang atau sama sekali tidak puas, dukungannya hanya 1 persen. Pada survei ini, SMRC merilis elektabilitas Prabowo berdasarkan kepuasan responden.
Penilaian terhadap kondisi ekonomi dan politik juga memperlihatkan pola serupa. Dukungan kepada Prabowo tercatat 17 persen di kalangan responden yang menilai ekonomi baik atau sangat baik, tetapi turun menjadi 6 persen pada kelompok yang menilai ekonomi buruk atau sangat buruk. Dalam penilaian terhadap kondisi politik, dukungannya 22 persen pada kelompok yang menilai kondisi politik baik atau sangat baik, dan 6 persen pada kelompok yang menilainya buruk atau sangat buruk.
Evaluasi terhadap persoalan sehari-hari turut menunjukkan perbedaan dukungan. Pada responden yang menilai upaya pemerintah memperbaiki harga kebutuhan pokok semakin baik, dukungan kepada Prabowo mencapai 20 persen. Angkanya turun menjadi 5 persen di antara mereka yang menilai kondisi harga kebutuhan pokok semakin buruk.
SMRC juga mengukur kepuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penilaian terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dukungan kepada Prabowo mencapai 25 persen pada kelompok yang sangat puas dengan pelaksanaan MBG, tetapi hanya 2 persen pada kelompok yang sama sekali tidak puas. Untuk KDMP/Kopdes, dukungan kepada Prabowo juga berbeda menurut tingkat keyakinan responden terhadap perkembangan program tersebut.
Temuan lain memperlihatkan penurunan elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 9,8 persen pada Oktober 2026. SMRC menyatakan penurunan elektabilitas tersebut berkaitan dengan penilaian terhadap kinerja presiden, kondisi ekonomi-politik, serta evaluasi publik terhadap program MBG dan KDMP.
Survei ini melibatkan 1.213 responden yang memiliki hak pilih. Sebanyak 1.013 responden pengguna telepon seluler diwawancarai melalui telepon, sedangkan 200 responden tanpa telepon seluler diwawancarai secara tatap muka. SMRC memperkirakan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.