Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6E007346-1B4C-4B78-9AC1-CD0F8B6AA327.jpeg
Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto (dok. Istimewa).

Intinya sih...

  • Komik dan karikatur dipilih sebagai medium untuk merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas namun konstruktif.

  • Karyoto menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan kepada Polri agar semakin baik ke depan.

  • Nana Naung menjadi juara pertama Festival Komik Polisi Penolong 2025 dengan komik tentang peran Polri dalam membantu korban bencana mencari anggota keluarga yang terpisah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Festival Komik Polisi Penolong 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026). Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto, mengatakan festival ini merupakan inisiatif Baharkam untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi publik secara lebih humanis dan komunikatif.

“Kami dari Baharkam, sejak beberapa bulan lalu ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” ujar Komjen Karyoto saat membuka acara.

1. Komik dan karikatur dinilai mampu merepresentasikan kritik

Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurutnya, komik dan karikatur dipilih sebagai medium karena dinilai mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas namun konstruktif, khususnya dalam menyongsong tahun 2026.

“Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan. Oleh karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai Polisi Penolong,” jelasnya.

2. Karyoto berharap Polri semakin baik ke depan

Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Karyoto juga menegaskan, Polri tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” ujarnya.

3. Nana Naung juara pertama komik

Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Festival Komik Polisi Penolong 2025 melibatkan tiga dewan juri, yakni seniman dan komikus Jam Praba, komikus digital nasional Wahyu Aditya, serta inisiator Lomba Komik Polisi Penolong Hasby Ristama. Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri menyeleksi sebanyak 500 karya terbaik.

Hasil penilaian menetapkan Nana Naung sebagai juara pertama melalui komik yang menggambarkan peran Polri dalam membantu korban bencana mencari anggota keluarga yang terpisah.

Juara kedua diraih M. Fuad Azhar B dengan karya bertema anggota polisi yang menolong siswa menuju sekolah di wilayah terluar. Sementara juara ketiga diraih Musrifah Medkom yang menampilkan kesigapan polisi membantu seorang lansia di jalan raya.

“Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri berharap dapat memperkuat kepercayaan publik serta menumbuhkan citra Polri yang lebih humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat,” kata Karyoto.

Editorial Team