Jakarta, IDN Times - "Kalau saya sudah gak ada umur, apa jenazah saya mau dipotong-potong, dimasukin karung? Setidaknya berilah jalan akses untuk keranda," ucap Kakek Sukirjo dengan suara bergetar sambil mengusap air mata dengan tangan kanannya yang sudah keriput.
Kakek Sukirjo (70) dan Istrinya, Wifatmi (70) hanya bisa menatap nanar akses jalan masuk keluar yang hanya satu meter di antara suara nyaring besi beton dan cicit kawat dari tukang yang sedang memasang pondasi tepat di akses pintu masuknya.
IDN Times sempat kesulitan untuk masuk ke rumah pasangan lansia tersebut karena sudah ada galian untuk pondasi tepat di pintu masuk. Ada sepotong kayu di atas galian untuk berpijak, namun itu untuk keperluan tukang yang sedang membangun pondasi.
Pasangan lansia yang tinggal di Cipinang Tengah RT 4/2 ini hanya meminta sedikit kebaikan tetangganya memberikan akses agar keluarganya tetap diberi akses jalan, bahkan untuk mengeluarkan keranda jika suatu saat mereka meninggal dunia.
"Mudah-mudahan sih sehat ya, tapi kalau ini (meninggal) dipotong-potong gitu masukin karung kali ya dibawa ke depan gitu," ucap Sukirjo saat mencurahkan isi hati pada IDN Times, Kamis, (15/10/2026).
"Sampai segitunya saya, artinya minta maaf segala macam, bukan sekadar ini, ikhlas minta maaf, anak, cucu, mantu, semuanya saya minta maaf. Bukan pribadi saya sendiri sih. Siapa tahu barangkali salah, saya minta mohon maaf lah dan minta kebebasan keluasan hati untuk memberikan akses buat jalan ke depan. Saya bahkan mau beli tapi tidak ada jawaban," sambungnya.
